Rabu, 15 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Barat

DKP Halmahera Barat Dorong Produksi Udang Vaname, Terget 4,9 Ton per Tahun

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Halmahera Barat, Maluku Utara dorong peningkatan produksi udang vaname

Penulis: Faisal Amin | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com
Ilustrasi Produksi Udang Vaname oleh penambak 

TRIBUNTERNATE.COM,JAILOLO-  Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Halmahera Barat, Maluku Utara dorong peningkatan produksi udang vaname.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Agus Mahole, Rabu (1/1/2025).

Agus mengatakan, pihaknya optimis produksi udang vaname di Halmahera Barat akan meningkat, karena beberapa wakti ini terjadi peningkatan yang signifikan.

Baca juga: Pelanggaran Lalu Lintas di Halmahera Selatan per 2024 Turun

Menurut Agus, panen udang vaname diperkirakan berlangsung setiap 90 hari, dengan beberapa kelompok budidaya yang aktif di Desa Tuada, Gamlamo, dan Gofasa. 

Namun, tambak di Desa Gamlamo dan Gofasa masih bersifat tradisional sehingga hasil panennya belum sebanyak di Desa Tuada.

Namun, ia memastikan pemerintah akan terus mendorong dengan bantuan berupa bibit udang yang diserahkan kepada para penambak.

“Kami menyerahkan 100 ribu bibit udang ke Gamlamo dan sekitar 200 ribu ke Tuada. Tambak di Tuada sudah difasilitasi untuk intensifikasi sehingga tingkat kepadatan tebar bibitnya lebih tinggi,” ujarnya.

Agus menyebutkan, target produksi udang tahun ini mencapai 4,8 hingga 4,9 ton.

Sebagian besar hasil panen akan dipasarkan secara lokal, di antaranya dikirim ke Kawasan Industri PT IWIP di Halmahera Tengah.

“Pasar lokal masih dominan, tapi sebagian besar hasil panen sebelumnya sudah dikirim ke Weda. Jika ada kendala pemasaran, kami siap memfasilitasi para penambak untuk bekerjasama dengan pihak yang biasa mendistribusikan ke sana,” jelasnya.

Ia menuturkan, harga udang vaname saat ini cukup menjanjikan, yakni sekitar Rp85 ribu per kilogram.

Agus optimis produksi dapat ditingkatkan hingga 5 ton jika dukungan pakan dan manajemen tambak terus diperbaiki.

Ia juga berharap kelompok budidaya dapat mandiri dalam hal teknis dan manajerial di masa depan.

"Kami terus membimbing mereka, mulai dari pemberian pakan, vitamin, hingga pencatatan produksi," tuturnya.

Baca juga: Gunakan Kapal Inflasi, TPID Tidore Gelar Operasi Pasar Murah di Pulau Mare

"Bantuan dari provinsi juga tersedia untuk mendukung keberlanjutan usaha. Ke depannya, target kami adalah membentuk kelompok baru yang bisa ikut diberdayakan,” tambah Agus.

Agus menekankan pentingnya motivasi bagi para petambak untuk terus meningkatkan hasil produksi.

"Ketika mereka sudah merasakan hasilnya itu akan menjadi motivasi besar. Kami mendukung dari hulu ke hilir, termasuk pemasaran lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved