Sabtu, 9 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gunung Dukono Erupsi

Iwan Ramdani: 3 Pendaki Gunung Dukono Halut Belum Bisa Dinyatakan Meninggal

Iwan Ramdani menegaskan 3 pendaki Gunung Dukono belum dapat dinyatakan meninggal dunia karena hingga kini belum ditemukan

Tayang:
BNPB
ERUPSI - im SAR gabungan telah mengevakuasi 14 pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono, terdiri dari tujuh WNA asal Singapura dan tujuh warga Maluku Utara. Korban selamat langsung dibawa ke RSUD Tobelo untuk mendapatkan perawatan, Jumat (8/5/2026). 

Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 967,56 detik.

Kolom erupsi teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak Gunung Dukono.

Sebaran abu vulkanik dilaporkan mengarah ke utara sehingga wilayah permukiman hingga Kota Tobelo berpotensi terdampak hujan abu vulkanik.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat serta aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan.

Secara visual maupun kegempaan, aktivitas Gunung Dukono diketahui mulai meningkat kembali sejak 29 Maret 2026 dengan rata-rata 95 kejadian erupsi per hari.

PVMBG sejak 11 Desember 2024 telah merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat aktivitas Gunung Dukono.

Selain ancaman langsung berupa lontaran batu pijar dan abu vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, terutama saat musim hujan.

Potensi aliran lahar diperkirakan dapat melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di kawasan puncak Gunung Dukono.

Badan Geologi juga meminta pemerintah daerah, termasuk BPBD Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara, terus berkoordinasi aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono di Desa Mamuya.

Baca juga: Erupsi Gunung Dukono Halut Hambat Evakuasi, 2 Pendaki Asal Singapura Belum Ditemukan

Masyarakat diimbau memantau perkembangan aktivitas Gunung Dukono melalui aplikasi MAGMA Indonesia maupun laman resmi PVMBG.

Evaluasi tingkat aktivitas Gunung Dukono akan dilakukan secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved