Rabu, 13 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

HARITA NICKEL

Pulau Obi dan Hilirisasi Nikel: Membaca Fakta di Balik Narasi Krisis

Di Harita Nickel, pengelolaan limpasan air hujan menjadi bagian penting dalam operasional DSTF baik dari area fasilitas maupun lingkungan sekitarnya

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
PERTAMBANGAN: Tim Geotek sedang melakukan pengukuran stabilitas tanah untuk memastikan kondisi tanah mampu menopang timbunan tailing secara stabil 

Pengelolaan Tailing di Wilayah Tropis

Sebelum beroperasi, Harita Nickel melakukan kajian pengelolaan tailing dengan mempertimbangkan aspek teknologi, iklim, kontur, dan kondisi geografis Pulau Obi, termasuk rencana penempatan tailing di area bekas tambang.

Penempatan tailing dilakukan di area bekas tambang melalui teknologi Dry Stack Tailings Facility (DSTF), yaitu metode yang memisahkan air dari material tailing sehingga menghasilkan tailing dengan kadar air lebih rendah.

Air hasil pemisahan kemudian dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan pabrik sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi pengambilan air baru dari lingkungan.

Fasilitas DSTF di Harita Nickel
Fasilitas DSTF di Harita Nickel (Istimewa)

Berdasarkan data yang dihimpun, penerapan teknologi DSTF di wilayah tropis seperti Pulau Obi memerlukan pengelolaan yang konsisten, terutama dalam pengendalian air hujan dan menjaga kestabilan fasilitas.

Di Harita Nickel, tailing kering ditempatkan secara bertahap di area bekas tambang dengan pengawasan geoteknik serta dilengkapi buttress atau tanggul penahan.

Selain itu, pengelolaan limpasan air hujan menjadi bagian penting dalam operasional DSTF, baik dari area fasilitas maupun lingkungan sekitarnya.

Karena itu, sistem ini didukung berbagai infrastruktur drainase untuk membantu mengendalikan aliran air dan menjaga stabilitas fasilitas secara bertanggung jawab.

Kajian Akademik dan Pengendalian Risiko

Dalam proses pengelolaan tailing, Harita Nickel juga melibatkan sejumlah institusi akademik seperti ITB, UI, UNDIP, IPB, UGM dan Unkhair dalam kajian terkait desain, implementasi, hingga pengawasan fasilitas.

Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Iskandar, menilai pendekatan pengelolaan tailing di industri nikel, termasuk di Obi, mulai bergerak ke arah pengendalian risiko yang lebih terstruktur dibanding pendekatan konvensional.

Menurut Irwan, teknologi dry stack tailings dirancang untuk meningkatkan stabilitas timbunan dan mengurangi potensi risiko lingkungan.

Peneliti Sekolah Ilmu Lingkungan Hidup Universitas Indonesia Melihat Pemrosesan Sisa Hasil Pengolahan HPAL
Peneliti Sekolah Ilmu Lingkungan Hidup Universitas Indonesia Melihat Pemrosesan Sisa Hasil Pengolahan HPAL (Istimewa)

Ia menjelaskan bahwa dalam konteks wilayah tropis seperti Obi, pengendalian air menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan fasilitas dan mengurangi potensi risiko geoteknik.

Karena itu, sistem DSTF dilengkapi infrastruktur pengelolaan air, tanggul penahan (buttress), serta pemantauan kualitas air dan stabilitas fasilitas secara berkala.

"Nah ini ada teknologi fasilitas filter press, dan ini investasi buat perusahaan. Artinya ada CapEx dan OpEx yang menjadi pertimbangan. Tapi untuk pengelolaan lingkungan, ini juga menjadi peluang, "ujar Irwan.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved