Jumat, 15 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

HARITA NICKEL

Pulau Obi dan Hilirisasi Nikel: Membaca Fakta di Balik Narasi Krisis

Di Harita Nickel, pengelolaan limpasan air hujan menjadi bagian penting dalam operasional DSTF baik dari area fasilitas maupun lingkungan sekitarnya

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
PERTAMBANGAN: Tim Geotek sedang melakukan pengukuran stabilitas tanah untuk memastikan kondisi tanah mampu menopang timbunan tailing secara stabil 

Pendekatan Tailing Kering dan Pemanfaatan Lanjutan

Berdasarkan data yang dihimpun, pendekatan tailing kering dinilai dapat mengurangi risiko terhadap lingkungan laut karena tidak ditempatkan di perairan, serta meningkatkan stabilitas dibanding penyimpanan dalam bentuk lumpur.

Metode penempatannya pun beragam, mulai dari landfill hingga backfill di area bekas tambang.

Di Harita Nickel, pendekatan backfill dilakukan dengan memanfaatkan kembali lubang bekas tambang untuk penempatan tailing kering melalui fasilitas DSTF.

Pendekatan ini dinilai membantu mengurangi kebutuhan lahan baru dan telah memperoleh Surat Layak Operasional (SLO) dari KLHK.

Selain itu, tailing juga mulai dikaji untuk potensi pemanfaatan lebih lanjut, salah satunya sebagai bahan baku industri baja (steel billet) untuk mengurangi timbulan material dan meningkatkan efisiensi sumber daya.

Namun, efektivitas pendekatan ini tetap memerlukan evaluasi dan pengawasan yang konsisten.

Baca juga: PLN UIW MMU Gerak Cepat Pulihkan Gangguan Listrik di Pulau Ambon

Baca juga: 50 Link Twibbon Kenaikan Yesus Kristus 2026 dan 100 Ucapan Selamat Inspiratif

Di tengah perdebatan mengenai hilirisasi nikel yang kerap disebut sebagai “petaka”, Tri Edhi menilai praktik pengelolaan lingkungan perlu dilihat secara lebih utuh, termasuk bagaimana sistem pengendalian dan pengawasan dijalankan di lapangan.

Lebih lanjut, ia mendorong agar praktik-praktik pengelolaan lingkungan yang dinilai progresif tidak hanya menjadi inisiatif sukarela (voluntary) perusahaan tertentu, tetapi juga didorong menjadi standar yang lebih luas dalam industri.

"Seharusnya praktik seperti ini diangkat lewat peraturan pemerintah. Jadi ada contoh yang jelas dan ada aturan yang mewajibkan semua pemain industri mengikutinya, "pungkas Edhi. (*)

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved