Jumat, 22 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Lewat Seminar, BEM Pertanian Unkhair Ternate Dorong Anak Muda Bangun Kemandirian Pangan

BEM Fakultas Pertanian Unkhair Ternate menghadirkan tokoh adat, akademisi, hingga aktivis dalam seminar ketahanan pangan untuk mencari solusi

Tayang:
Tribunternate.com/Mela Sjah
SEMINAR - BEM Fakultas Pertanian Universitas Khairun Ternate menghadirkan tokoh adat, akademisi, hingga aktivis dalam seminar ketahanan pangan untuk mencari solusi atas persoalan pangan di Maluku Utara, Kamis (21/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. BEM Fakultas Pertanian Universitas Khairun Ternate menghadirkan tokoh adat, akademisi, hingga aktivis dalam seminar ketahanan pangan untuk mencari solusi atas persoalan pangan di Maluku Utara.
  2. Tidak hanya membahas persoalan teknis pertanian, forum ini juga mengangkat pendekatan budaya dan sosial sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
  3. Seminar ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan pertanian di daerah.

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE – Hingga saat ini, Maluku Utara masih terjebak dalam ketergantungan pangan yang tinggi dari luar daerah, terutama untuk kebutuhan pokok harian seperti cabai dan tomat.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan dukungan sektor pertanian, mulai dari akses sarana produksi hingga infrastruktur irigasi yang berkelanjutan bagi petani lokal.

Di sisi lain, penguatan koordinasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan agar berbagai tantangan di tingkat akar rumput dapat ditangani secara lebih optimal.

Baca juga: 6 Shio Paling Beruntung dan Sukses Besok Jumat 22 Mei 2026: Monyet hingga Kuda Bersinar

Merespons realitas sosial tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menggelar seminar bertajuk "Sinergitas Ketahanan Pangan sebagai Instrumen Stabilitas Sosial dan Keadilan Nasional" pada Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan membangun kemandirian pangan agar daerah memiliki ketahanan yang lebih kuat dan tidak terus-menerus bergantung pada pasokan luar.

Membedah Masalah Melalui Perspektif Adat dan Akademisi

Dalam forum ini, penyelesaian masalah tidak hanya dilihat dari sisi teknis, tetapi juga melalui pendekatan budaya.

Mengingat kuatnya pengaruh sosial di wilayah ini, BEM Pertanian Unkhair Ternate menghadirkan tokoh adat dari Kesultanan Maluku Utara sebagai salah satu narasumber, bersanding dengan para aktivis, praktisi, dan akademisi.

Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan perspektif dan solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Membangkitkan Semangat Regenerasi Petani

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah ancaman krisis regenerasi petani di kalangan generasi muda.

Presiden BEM Pertanian, Asri F. Olii, menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa dan siswa SMA sangat penting untuk melanjutkan tradisi menanam di Maluku Utara

"Apapun latar belakang kita, kita harus berdiri di atas landasan keilmuan untuk menopang ketahanan pangan. Jika bukan kita, siapa lagi yang akan melanjutkan kebiasaan menanam di daerah ini?," ungkap Asri.

Baca juga: 12 Ramalan Keuangan Shio Besok Jumat 22 Mei 2026: Karier, Bisnis, Hoki Finansial

Langkah Nyata Pasca-Seminar

Sebagai bentuk komitmen, kata Asri, BEM Pertanian telah merancang program pengabdian masyarakat sebagai tindak lanjut langsung dari seminar ini.

Ia menuturkan, fokus utamanya adalah memberikan edukasi dan solusi praktis bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan, seperti pengolahan lahan miring atau lereng di wilayah tertentu.

Acara yang diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dari berbagai angkatan ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk semakin memperhatikan kesejahteraan petani kecil, serta memperkuat akses terhadap sarana produksi pertanian secara tepat sasaran dan berkelanjutan. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved