Pemprov Malut
Abubakar Abdullah: Rp 720 Miliar di APBD 2026 Terserap untuk Kebutuhan Guru di Maluku Utara
Dari total anggaran Rp 786 miliar, sekitar Rp 720 miliar dialokasikan untuk kepentingan guru, mulai dari gaji, tunjangan, BOSP hingga sertifikasi
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Kepala Disdikbud Maluku Utara Abubakar Abdullah mengungkapkan bahwa anggaran OPD yang ia pimpin pada APBD 2026 mencapai sekitar Rp 786 miliar
2. Dari total anggaran tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan tenaga pendidik, termasuk pembayaran gaji, tunjangan, BOSP dan sertifikasi guru
3. Abubakar: "Sekitar Rp 720 miliar dialokasikan untuk kepentingan guru, mulai dari gaji, tunjangan, BOSP hingga sertifikasi"
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Maluku Utara Abubakar Abdullah mengungkapkan bahwa anggaran OPD yang ia pimpin pada APBD 2026 mencapai sekitar Rp 786 miliar.
Dari total anggaran tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan tenaga pendidik, termasuk pembayaran gaji, tunjangan, bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) dan sertifikasi guru.
"Dari total anggaran Rp 786 miliar, sekitar Rp 720 miliar dialokasikan untuk kepentingan guru, mulai dari gaji, tunjangan, BOSP hingga sertifikasi, "ujar Abubakar, Kamis (4/6/2026).
Sementara itu, anggaran di luar kebutuhan guru yang digunakan untuk program teknis pendidikan tercatat sekitar Rp 59 miliar.
Baca juga: Kali Onat Dangkal dan Picu Banjir, Bupati Halmahera Timur Tegas Larang Tambang Emas Ilegal
Dana tersebut kemudian dibagi ke seluruh cabang dinas pendidikan di kabupaten dan kota se-Maluku Utara untuk mendukung berbagai program pendidikan.
Menurut Abubakar, salah satu tantangan yang masih dihadapi sektor pendidikan di Maluku Utara adalah kondisi infrastruktur laboratorium sekolah yang membutuhkan perhatian serius.
Ia mengakui banyak laboratorium sekolah yang memerlukan perbaikan, baik dari sisi bangunan maupun kelengkapan peralatannya.
"Laboratorium di sejumlah sekolah masih menjadi pekerjaan rumah. Tidak hanya bangunannya yang membutuhkan perbaikan, tetapi juga peralatan pendukung yang belum memadai, "katanya.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya mencari solusi agar proses pembelajaran praktik tetap berjalan optimal, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pembelajaran.
Abubakar menjelaskan bahwa pihaknya telah mendorong pemerataan akses pembelajaran berbasis digital di berbagai daerah sebagai alternatif untuk mengatasi keterbatasan sarana praktik di sekolah.
Baca juga: 12 Ramalan Zodiak Cinta Jumat 5 Juni 2026: Cinta, Hubungan dan Emosi
"Kami terus mendorong pemanfaatan digitalisasi pembelajaran agar kebutuhan praktik siswa tetap dapat terpenuhi, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas, "ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan, termasuk pembangunan dan rehabilitasi laboratorium sekolah, tetap membutuhkan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Karena itu, kami masih membutuhkan intervensi dan dukungan dari pemerintah pusat untuk memperkuat infrastruktur pendidikan di Maluku Utara, "tandasnya. (*)
| Pemprov Maluku Utara Gelar Sosialisasi SOP AP, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan |
|
|---|
| Dubes Tiongkok dan Menteri Transmigrasi Tinjau Industri Kelapa di Malut, Bahas Peluang Investasi |
|
|---|
| Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pembelajaran, Pengurus MKKS dan MGMP Ternate Dilantik |
|
|---|
| Dikbud Malut Perketat Seleksi Kepala Sekolah, Rekrutmen Dibuka Lewat Sistem Kemendikdasmen |
|
|---|
| Literasi dan Numerasi Siswa Masih Rendah, Dikbud Malut Perkuat Kompetensi Guru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Rp-720-miliar-untuk-Guru-di-Maluku-Utara.jpg)