Jumat, 12 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

HUT ke-53 HNSI, Sherly Laos Komitmen Sejahterakan Nelayan Malut Lewat 1.000 Mesin Kapal per Tahun

"Target kami melalui APBD Perubahan dan optimalisasi CSR, setiap tahun kita bisa membantu hingga 1.000 nelayan untuk mesin kapal," ujarnya

Tayang:
Dok: Biro Adpim Setda Pemprov Malut
NELAYAN - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos saat berbicara DI acara puncak peringatan HUT Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ke-53 sekaligus Pelantikan Pengurus DPD HNSI beberapa wilayah yang berpusat di Lapangan Perikanan Nusantara Ternate, Kelurahan Bastiong Talangame, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (11/6/2026). Ia menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi dalam menyejahterakan masyarakat pesisir melalui pembangunan infrastruktur hulu dan hilir perikanan. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Maluku Utara memperkuat komitmen meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan infrastruktur perikanan hulu dan hilir.
  • Gubernur Sherly Laos menargetkan bantuan hingga 1.000 mesin kapal per tahun serta perluasan program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi 30 titik pada 2026.
  • Pemprov juga mendorong pembiayaan KUR, pembangunan SPBUN, cold storage, BPJS ketenagakerjaan, serta peningkatan akses dan keselamatan kerja nelayan.

TRIBUN​TERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi dalam menyejahterakan masyarakat pesisir melalui pembangunan infrastruktur hulu dan hilir perikanan.

Hal ini disampaikan Sherly Laos saat memberikan sambutan pada acara puncak peringatan HUT Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ke-53 sekaligus Pelantikan Pengurus DPD HNSI beberapa wilayah yang berpusat di Lapangan Perikanan Nusantara Ternate, Kamis (11/6/2026).

​Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP HNSI Herman Herry dan jajaran pengurus pusat ini, Sherly Laos memaparkan strategi besar pemanfaatan potensi perikanan Maluku Utara yang mencapai Rp10 triliun per tahun, namun selama puluhan tahun belum tergarap optimal akibat kendala klasik yakni, permodalan dan keterbatasan alat tangkap.

Baca juga: Pemprov Malut dan KAGAMA Matangkan Program Operasi Katarak untuk Warga

NELAYAN - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos saat berbicara DI acara puncak peringatan HUT Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ke-53 sekaligus Pelantikan Pengurus DPD HNSI beberapa wilayah yang berpusat di Lapangan Perikanan Nusantara Ternate, Kelurahan Bastiong Talangame, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (11/6/2026).
NELAYAN - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos saat berbicara DI acara puncak peringatan HUT Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ke-53 sekaligus Pelantikan Pengurus DPD HNSI beberapa wilayah yang berpusat di Lapangan Perikanan Nusantara Ternate, Kelurahan Bastiong Talangame, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (11/6/2026). (Dok: Biro Adpim Setda Pemprov Malut)

​Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara ini mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinannya, Pemprov Malut melakukan lompatan besar. Program Kampung Nelayan Merah Putih yang tahun lalu hanya ada di 6 titik, kini melonjak tajam menjadi 30 titik pada tahun 2026.

​"Tidak ada gunanya potensi laut yang begitu besar jika nelayan Maluku Utara tidak memiliki alat tangkap. Oleh karena itu, melalui APBD Induk 2026, kami menyiapkan 450 unit mesin tempel berkapasitas 15 dan 20 PK untuk nelayan," tegas Sherly di hadapan ratusan nelayan dan tamu undangan.

​Lebih lanjut, Sherly Laos menjelaskan inovasi pembiayaan yang ditempuh Pemprov Malut. Berbeda dengan tahun 2025 di mana pemprov langsung memberikan bantuan kapal utuh kepada 220 nelayan, tahun ini Pemprov Malut berkolaborasi dengan Bank-Bank Himbara melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Anggaran pemprov dialihkan khusus untuk pengadaan mesin, sementara pembuatan kapal didanai lewat KUR.

​Hingga saat ini, sosialisasi yang dimulai sejak Maret lalu telah menjaring 700 nelayan, di mana 300 di antaranya telah mencairkan KUR dan kapalnya telah rampung. Pada momen HUT HNSI ini, Gubernur dan pengusrus HNSI secara simbolis menyerahkan bantuan mesin tempel kepada 10 orang perwakilan nelayan.

"Target kami melalui APBD Perubahan dan optimalisasi CSR, setiap tahun kita bisa membantu hingga 1.000 nelayan untuk mesin kapal," tambahnya optimis.

​Menjawab keluhan nelayan, ia memastikan bahwa ke depan akses BBM subsidi akan semakin mudah. Di setiap titik Kampung Nelayan Merah Putih akan dibangun SPBUN, dilengkapi dengan kehadiran off-taker (penyerap hasil tangkapan) yang memfasilitasi cold storage kapasitas 10 ton serta pabrik es kapasitas 3 ton guna menjaga kestabilan harga beli di tingkat desa.

​Tak hanya sektor kelautan, ia juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menyinkronkan program dengan memperbaiki jalan-jalan yang rusak di kampung nelayan. Langkah ini diambil demi membuka konektivitas dan mempermudah akses nelayan menuju pasar.

​Selain bantuan fisik, Gubernur Sherly sangat memperhatikan keselamatan jiwa para nelayan yang memiliki risiko kerja tinggi di laut. Pemprov Malut memfasilitasi BPJS Ketenagakerjaan gratis untuk tahun pertama, dan mengimbau nelayan untuk melanjutkannya secara mandiri pada tahun berikutnya.

​Sebelum acara seremoni dimulai, rangkaian kegiatan diawali dengan aksi nyata Gerakan Nasional Bersih Laut bersama komunitas lingkungan Pandawara Group di sekitar pantai Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate.

Dalam kesempatan itu, Pandawara Group juga menyerahkan buku komik berjudul "Pandawara Comicbook: Petualangan Melawan Sampah" secara langsung kepada Gubernur sebagai simbol kolaborasi menjaga kelestarian laut.

​Ketua Umum DPP HNSI, Herman Herry, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Sherly yang dinilainya sangat visioner dan menaruh perhatian luar biasa pada nasib nelayan.

Sesuai dengan tema HUT ke-53: “HNSI Jaga Laut untuk Ekonomi Biru”, Herman menegaskan bahwa HNSI siap menjadi mitra strategis dan perpanjangan tangan pemerintah dalam menyukseskan program-program kesejahteraan nelayan di Maluku Utara.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved