Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

BPK Wilayah XXI Malut

Buka Sarasehan Kebudayaan 2025, Wagub Malut Sarbin Sehe Dorong Penetapan Cagar Budaya

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, membuka kegiatan Sarasehan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Tahun 2025

|
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Sitti Muthmainnah
Dok: Rama
SARASEHAN - Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, membuka kegiatan Sarasehan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Kamis (28/8/2025). Sarasehan tersebut diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara, di Bela Hotel Ternate. 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, membuka kegiatan Sarasehan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Kamis (28/8/2025).

Sarasehan tersebut diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara, di Bela Hotel Ternate.

Pada tahun 2025, sarasehan kebudayaan tersebut mengangkat tema 'Semangat Memajukan Kebudayaan Melalui Penetapan Cagar Budaya (CB) dan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI).

Baca juga: Karena Dinyatakan Tidak Lulus, Belasan Calon PPPK T.A 2024 Mengadu ke DPRD Kepulauan Sula

Dalam sambutannya, Sarbin Sehe mengapresiasi pelaksana kegiatan yang telah menciptakan ruang diskusi guna memperkuat komitmen antara pemerintah pusat, daerah, lintas sektor, hingga komunitas budaya baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Ia menekankan, kebudayaan merupakan identitas sekaligus kekayaan bangsa. Menurutnya, Indonesia yang terdiri atas ratusan suku bangsa, memiliki warisan budaya yang unik dan sudah banyak mendapat pengakuan dari dunia internasional.

"Negeri ini memiliki kebudayaan yang sungguh sangat banyak jumlahnya. Kebudayaan yang khas dari berbagai daerah di Indonesia telah mendapat pengakuan dari negara lain, dan umumnya merefleksikan persatuan dalam keragaman yang senantiasa mencari titik temu dengan tetap menghargai perbedaan," ujar Sarbin Sehe.

Sarbin Sehe juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah perlu sinkron dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, terutama misi terakhir yang menekankan pentingnya menjaga harmoni antara lingkungan dan budaya, serta mendorong toleransi antarumat beragama.

Ia berharap, sarasehan ini menjadi momentum penting untuk membahas perkembangan sekaligus tantangan kebudayaan di Maluku Utara di tengah derasnya arus modernisasi.

"Karya seni dan budaya yang ada harus dikemas lebih menarik dan atraktif agar memiliki daya saing tinggi," tegasnya.

Selain itu, Sarbin Sehe juga menitipkan pesan kepada Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemendikbudristek, agar setiap usulan dari daerah diperhatikan dan ditindaklanjuti.

Untuk Kepala BPK Wilayah XXI Malut, Sarbin Sehe berpesan agar terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya pelestarian budaya.

"Kita telah mencatatkan banyak cagar budaya dan warisan budaya tak benda dalam lembaran negara. Namun kita tidak boleh berhenti untuk terus meningkatkan jumlah karya budaya sepanjang negara masih terus meminta kita menyajikan dengan data dan fakta," kata Sarbin.

Sarasehan tahun 2025 -BPK Malut
SARASEHAN - Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, membuka kegiatan Sarasehan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Kamis (28/8/2025). Sarasehan tersebut diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara, di Bela Hotel Ternate.

 Di akhir sambutannya, Sarbin berharap semangat pengabdian dalam melestarikan budaya dapat menginspirasi organisasi lain serta membawa berkah bagi masyarakat Maluku Utara dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Sementara itu, Kepala BPK Wilayah XXI Maluku Utara, Winarto, dalam sambutannya menyampaikan, sarasehan Kebudayaan 2025 menjadi wadah pertemuan pelaku budaya Maluku Utara untuk berdiskusi secara formal maupun santai, bertukar gagasan, dan mempererat hubungan antar stakeholder.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan membahas persoalan kebudayaan, mencari solusi, serta menyinkronkan kegiatan BPK dengan program kebudayaan pemerintah daerah.

Winarto memaparkan, berdasarkan data Dapobud, Maluku Utara memiliki 854 Cagar Budaya (CB) dan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), dengan 67 yang sudah ditetapkan, terdiri atas 1 Cagar Budaya Peringkat Kota/Kabupaten, 18 Cagar Budaya Peringkat Provinsi, dan 2 Cagar Budaya Peringkat Nasional.

"Semoga tahun ini ada CB dengan peringkat nasional yang dapat ditetapkan juga," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved