Kamis, 16 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pengangguran

Tingkat Pengangguran Tertinggi di Maluku Utara Ada di Kota Ternate

Dari data Sarkernas periode Februari 2025, Halmahera Selatan menempati posisi terakhir dan Kota Ternate berada di posisi puncak

Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com
PENGANGGURAN: Suasana Job Fair di Kota Ternate belum lama ini. Dari data Sarkernas periode Februari 2025 terkait angka pengangguran, Halmahera Selatan menempati posisi terakhir dan Kota Ternate berada di posisi puncak 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - BPS Maluku Utara merilis hasil survei angkatan kerja nasional (Sarkernas) periode Februari 2025.

Dalam survei tersebut, jumlah penduduk usia kerja di Maluku Utara tercatat sebanyak 1.004.713 orang (satu juta lebih). 

Jumlah penduduk pada periode survei tersebut meningkat 27.813 ribu jiwa atau 1,80 persen dibanding Februari 2024.

Sementara itu jumlah angkatan kerja mencapai 695.143 ribu naik 23.239 ribu atau 3,47 persen.

Baca juga: Angka Pengangguran di Halmahera Selatan Terendah se Maluku Utara, BPS: Ekonomi Tumbuh

Dari data tersebut, Halmahera Selatan menempati posisi terakhir dan Kota Ternate berada di posisi puncak.

qef
Suasana Job Fair di Kota Ternate belum lama ini (TribunTernate.com)

Berikut data tingkat pengangguran per Februari 2025:

1. Kota Ternate 6,42 persen

2.  Halmahera Utara 6,20 persen

3. Halmahera Timur 4,32 persen

4. Pulau Morotai 4,21 persen

5. Halmahera Barat 3,53 persen

6. Kota Tidore Kepulauan 3,49 persen

7. Halmahera Tengah 3,34 persen

8. Pulau Taliabu 2,83 persen

9. Kepulauan Sula 2,57 persen

10. Halmahera Selatan 2,00 persen

Kepada Tribunternate.com baru-baru ini, Kepala BPS Halmahera Selatan Muhammad Budiman Johra menjelaskan.

Rendahnya angka penganguran di Halmahera Selatan sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi, yang tercatat tertinggi di Maluku Utara pada 2024.

Di mana pertumbuhan ekonomi dari 2022 sebesar 27,82 persen, sementara periode 2023–2024 sebesar 23,95 persen.

"Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi meskipun laju pertumbuhannya sedikit melambat, "ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, rendahnya angka pengangguran merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah mendorong pertumbuhan ekonomi.

Karena jika ekonomi bertumbuh, maka berdampak pada penyerapan tenaga kerja semakin baik.

"Pertumbuhan ekonomi itu berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan tingkat pengangguran menjadi terendah di Maluku Utara, "tandasnya.

Apa itu pengangguran?

Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari pekerjaan, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.

Baca juga: Anggota DPRD Maluku Utara Iswanto Ungkap Alasan Pembangunan Jalan di Pulau Taliabu Terhambat

Umumnya pengangguran disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada serta mampu menyerapnya.

Pengangguran sering kali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Pencarian kerja adalah proses mencocokkan pekerja dengan pekerjaan yang sesuai. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved