Kamis, 23 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

MBG di Ternate

Polisi Selidiki Dugaan Keracunan MBG di SD Negeri 65 Ternate

Satreskrim Polres Ternate mendalami kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ternate, Maluku Utara.

Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Istimewa
SISWA KERACUNAN MBG - Siswa yang alami keracunan MBG dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate, kini kasusnya terus diselidiki tim penyidik Satreskrim Polres Ternate, Selasa (25/11/2025). 
Ringkasan Berita:
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ternate mendalami kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ternate, Maluku Utara.
Kasus keracunan MBG itu terjadi di SD Negeri 65 Kota Ternate, Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate Maluku Utara pada Kamis, 6 November 2025.
Sebanyak 25 murid kelas VI tiba-tiba mengalami gatal-gatal hingga muncul bintik-bintik merah di area tubuh, usai mengkonsumsi menu MBG.

 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE  - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ternate mendalami kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ternate, Maluku Utara.

Kasus keracunan MBG itu terjadi di SD Negeri 65 Kota Ternate, Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate Maluku Utara pada Kamis, 6 November 2025.

Sebanyak 25 murid kelas VI tiba-tiba mengalami gatal-gatal hingga muncul bintik-bintik merah di area tubuh, usai mengkonsumsi menu MBG.

Baca juga: MB Barbershop di Fala Kanci, Jadi Bagian Gerakan HIPMI Ternate Kurangi Pengangguran

Tidak hanya itu, ada yang mengalami sesak napas dan harus dilarikan ke Puskesmas Kelurahan Jambula, dan lima siswa lainnya dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate.

Kini tim penyidik terus melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan.

Kasi Humas Polres Ternate, Ipda Sudirjo, menyatakan bahwa saat ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Kita sudah periksa pihak guru SD Jambula yakni tiga orang guru," kata Sudirjo saat dikonfirmasi, Selasa (25/11/2025).

Sudirja menyampaikan, selain pihak guru terdapat saksi lain yang diperiksa adalah pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca juga: KAHMI Maluku Utara Kritik Proyek Jalan Trans Kie Raha, Sherly Laos: Baca FS Baru Dialog dengan Saya

"Kita juga sudah periksa pihak SPPG yakni Kepala SPPG, ahli gizi, distribusi makanan dan tukang masak," terangnya.

Diketahui, kepolisian langsung memasang police line di area lokasi sekolah guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kasus keracunan program MBG kini masih terus dilakukan penyelidikan oleh tim penyidik Satreskrim Polres Ternate. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved