Pemkab Halmahera Selatan
593 Warga Halmahera Selatan Idap Penyakit Diabetes
Sebanyak 593 warga Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, teridentifikasi mengidap penyakit Diabetes Melitus
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
Sebanyak 593 warga Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, teridentifikasi mengidap penyakit Diabetes Melitus (DM).
Asia menjelaskan bahwa DM bukan bagian dari penyakit menular. Namun penyakit itu disebakan dari pengaruh genetik dan obesitas tubuh.
Jumlah penderita penyakit tersebut berdasarkan hasil screening oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan Rumah Sakit pada Januari hingga November 2025.
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Sebanyak 593 warga Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, teridentifikasi mengidap penyakit Diabetes Melitus (DM).
Jumlah penderita penyakit tersebut berdasarkan hasil screening oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan Rumah Sakit pada Januari hingga November 2025.
"Dari 80.80 orang dengan usia 15 tahun ke atas yang discreening, 593 orang yan mengidap penyakit itu," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Halmahera Selatan, Aisa Hasyim saat dihubungi, Rabu (26/11/2025).
Baca juga: Ramalan Shio Monyet, Ayam, Anjing, Babi Besok Jumat 28 November 2025: Karier, Cinta, Nomor Hoki
Asia menjelaskan bahwa DM bukan bagian dari penyakit menular. Namun penyakit itu disebakan dari pengaruh genetik dan obesitas tubuh.
Selain itu, DM juga disebabkan oleh pola makan dan pola hidup. Karena itu, konsumsi makanan yang mengandung kadar gulah tinggi juga diperhatikan, termasuk rajin berolahraga.
"Jadi konsumsi makanan harus dikontrol sehingga gula darah tidak berat, begitu juga dengan pergerakan tubuh. Karena DM ini bagian dari penyakit yang mematikan, sekalipun tidak menular," jelas Asia.
Asia mengaku penyakit DM di Halmahera Selatan bakal tergolong banyak jika semua warga di usia 15 tahun ke atas sudah discreening menyeluruh.
"Ini kan baru 8 ribu lebih yang discreening. Dan DM ini dia tidak bisa sembuh total, jadi hanya bisa menjaga keseimbangan gula darah dalam tubuh. Tapi gejalanya bisa dikontrol," jelasnya.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Sirimau November - Desember 2025, Rute Lengkap Kupang hingga Sorong
Asia pun mengimbau warga Halmahera Selatan menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat guna menghindari penyakit tersebut.
Ia juga berharap warga mengikuti tes kesehatan gratis di setiap Puskesmas dan Rumah Sakit agar mengetahui riwayat penyakit.
"Pola makan dan pola hidup itu kunci utamanya, harus juga mengontrol berat badan. Dan sekarang ini tes kesehatan gratis masih berlangsung, kami berharap warga mengikuti," tandasnya. (*)
| Realisasi PAD Halmahera Selatan Triwulan I 2026 Tak Capai 25 Persen, Begini Penjelasannya |
|
|---|
| Kasus Stunting Masih Tinggi, Dinkes Halmahera Selatan Dorong Optimalisasi Program Imunisasi |
|
|---|
| Dinkes Halmahera Selatan Larang Operasi 7 Dapur MBG karena Belum Kantongi SLHS |
|
|---|
| Dugaan Pengkondisian Proyek Jalan di Kastim Halmahera Selatan Dilaporkan ke Polisi, Seret 2 Pejabat |
|
|---|
| Minim Laporan Tenaga Kerja, Ditransker Halsel Siapkan UPTD di Obi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Diabetes-asia.jpg)