Pemprov Malut
Tutup Forum Dialog Pemimpin Maluku Utara, Sherly Laos Bacakan Deklarasi Bersama
Pemprov Maluku Utara berkomitmen untuk mendukung penuh masyarakat nelayan yang ingin berubah dan meninggalkan praktek pengeboman ikan
Ringkasan Berita:1. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menekankan pentingnya menjaga laut dari praktek pengeboman ikan
2. Pengeboman ikan adalah tindakan yang instan dan merusak potensi masa depan laut Maluku Utara.
3. Pemprov Maluku Utara berkomitmen untuk mendukung penuh masyarakat nelayan yang ingin berubah dan meninggalkan praktek pengeboman ikan
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menekankan pentingnya menjaga laut dari praktek pengeboman ikan yang merusak lingkungan dan ekosistem laut.
Hal itu disampaikan saat menutup dengan resmi Forum Dialog Pemimpin Maluku Utara di Ruang Pertemuan Halmahera A, Sahid Bela Ternate, Kamis (27/11/25) malam.
Dalam sambutannya, sang gubernur menyatakan bahwa pengeboman ikan adalah tindakan yang instan dan merusak potensi masa depan laut Maluku Utara.
"Membom ikan itu instan, langsung dapat hari itu, tapi kemudian menghilangkan potensi masa depan selamanya, "ujarnya.
Baca juga: Bupati Halmahera Timur Buka Festival Transmigrasi 2025, Ubaid Yakub: Kalian Adalah Warga Asli
Sherly Laos juga menekankan bahwa Pemprov Maluku Utara berkomitmen untuk mendukung penuh masyarakat nelayan yang ingin berubah dan meninggalkan praktek pengeboman ikan.
"Kami ingin mereka sejahtera, tapi harus sejahtera dengan cara yang benar, "katanya.
Forum Dialog Pemimpin Maluku Utara dihadiri oleh berbagai stakeholder, termasuk pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat nelayan.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen bersama dalam menjaga laut Maluku Utara dari praktek pengeboman ikan.
"Dengan deklarasi ini, kami berharap laut Maluku Utara dapat menjadi lebih aman dan berkelanjutan untuk generasi masa depan, "ujar Sherly Laos.
Menurutnya, laut Maluku Utara adalah identitas dan sumber makanan bagi masyarakat Maluku Utara, sehingga harus dijaga dengan baik.
"Kita meminjam laut ini dari anak cucu kita, jadi jagalah dengan baik dan benar, "katanya.
Forum Dialog Pemimpin Maluku Utara ini juga menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan praktek pengeboman ikan di laut Maluku Utara.
Rekomendasi ini akan disampaikan kepada pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos didaulat membacakan Deklarasi Bersama untuk Laut Maluku Utara Bebas dari Praktek Pengeboman Ikan dan IUU Fishing, disaksikan oleh peserta Forum Dialog Pemimpin Maluku Utara.
Deklarasi ini merupakan komitmen bersama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara, nelayan, pelaku usaha perikanan, aparat penegak hukum, akademisi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat, untuk menjaga laut Maluku Utara dari praktek pengeboman ikan dan IUU fishing.
| Dorong UMKM Naik Kelas, BI dan Pemprov Maluku Utara Gaspol Digitalisasi: Tembus Pasar Nasional |
|
|---|
| Ungkap Fakta Tutupan Hutan di Malut, Basyuni Thahir: Pinjam Pakai Tak Selalu Merusak Permanen |
|
|---|
| Sinergi Pusat-Daerah: Menpora dan Gubernur Maluku Utara Fokus Bangun Prestasi Olahraga |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Percepat Penanganan Dampak Bencana di Sektor Pendidikan |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Dorong Kehadiran PTUN di Sofifi, Dekatkan Akses Keadilan bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Penutupan-Forum-Dialog-Pemimpin-Maluku-Utara.jpg)