Kamis, 28 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Gubernur Malut Sherly Laos Laporkan Progres RTLH, Sejumlah Daerah Rampung 100 Persen

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengungkapkan bahwa progres Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2025 telah mencapai sekitar 50 persen.

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Tribunternate.com/Sansul Sardi/Sansul Sardi
PROGRAM RTLH - Gubernur Malut Sherly Laos terlihat berbicara dengan warga penerima bantuan RTLH di Sofifi beberapa hari kemarin. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengungkapkan bahwa progres Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2025 telah mencapai sekitar 50 persen.
  • Tiga kabupaten/kota sudah menyelesaikan pekerjaan hingga 100 persen, yakni Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, dan sebagian wilayah prioritas lain.
  • Sherly menjelaskan, ia telah menyerahkan kunci rumah kepada sejumlah penerima manfaat di Ternate dan Tidore Kepulauan. Namun pada kunjungan tersebut, ia masih menemukan beberapa kekurangan ringan.

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI— Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengungkapkan bahwa progres Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2025 telah mencapai sekitar 50 persen.

Yang mana, tiga kabupaten/kota sudah menyelesaikan pekerjaan hingga 100 persen, yakni Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, dan sebagian wilayah prioritas lain.

Sherly menjelaskan, ia telah menyerahkan kunci rumah kepada sejumlah penerima manfaat di Ternate dan Tidore Kepulauan. Namun pada kunjungan tersebut, ia masih menemukan beberapa kekurangan ringan.

Baca juga: Kunjungi Benteng Oranje, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Revitalisasi Situs Bersejarah di Malut

“Saya lihat masih ada sedikit kekurangan seperti cat tembok atau pelesteran kecil. Tapi secara keseluruhan semua sudah baik. Bahkan ada pembangunan yang selesai hanya dalam satu sampai dua bulan. Progresnya sangat bagus,” ujar Sherly Laos, Jumat (28/11/2025).

Sebelumnya, Kepala Disperkim Maluku Utara, Musrifa Alhadar, menegaskan bahwa target Sherly Laos untuk menuntaskan sekitar 700 unit RTLH pada 2025 masih sangat realistis melihat perkembangan lapangan yang bergerak cepat.

Musrifa mengungkapkan bahwa seluruh kabupaten/kota yang memperoleh kuota RTLH menunjukkan kemajuan signifikan.

Bahkan beberapa daerah telah menyelesaikan seluruh pekerjaannya yaitu Kepulauan Sula 100 persen, Halmahera Selatan (Mandioli) 100 persen, Kota Ternate sebagian telah 100 persen.

Sementara itu, tiga daerah menjadi penerima manfaat terbesar pada 2025 terdiri atas Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Utara. Ketiganya mencatat progres rata-rata di atas 80 persen.

Musrifa menjelaskan, Kabupaten Pulau Taliabu belum masuk penerima RTLH 2025 karena masih menunggu sinkronisasi data penerima manfaat berbasis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Kita terkendala data penerima di Taliabu. Jadi kemungkinan baru bisa masuk tahun depan,” jelasnya.

Adapun program RTLH tahun ini mencakup 7 dari 10 kabupaten/kota, yaitu Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Halmahera Utara.

Baca juga: Super League Pekan ke 14: Arema FC Pede Tantang Malut United di Kie Raha

Meskipun masih ada tantangan teknis, Musrifa optimistis seluruh pembangunan dapat dirampungkan tepat waktu sesuai target.

“Target kita tetap selesai 100 persen pada Desember. Semoga tidak bergeser sampai 2026,” tegasnya.

Program RTLH menjadi salah satu program prioritas Sherly Laos dan Sarbin Sehe sebagai bagian dari strategi pengentasan kawasan permukiman tidak layak huni serta peningkatan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Maluku Utara. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved