Pemkab Halmahera Selatan
APBD Induk 2026 Halmahera Selatan Disahkan, Belanja Modal Lebih Kecil dari Belanja Operasi
APBD Induk 2026 yang disetujui bersama ini Insya Allah dapat berkontribusi dalam keberlangsungan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. DPRD dan Pemkab Halmahera Selatan setuju mengesahkan APBD Induk 2026
2. Dalam postur APBD Induk 2026, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 1,712 triliun lebih
3. Bassam Kasuba: APBD Induk 2026 disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - DPRD Halmahera Selatan, Maluku Utara resmi mengesahkan rancangan Perda tentang APBD Induk 2026 melalui rapat paripurna di gedung DPRD, Jl. Kebun Karet Putih, Kampung Makian, Bacan Selatan, Sabtu (29/11/2025) malam.
Dalam postur APBD Induk 2026 Halmahera Selatan, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 1,712 triliun lebih.
Itu terdiri dari PAD Rp 269 miliar lebih, pendapatan transfer Rp 1,424 triliun lebih serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 19 miliar lebih.
Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba mengatakan, APBD Induk 2026 disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, efesiensi dan efektifitas.
Baca juga: Warga Amuk Guru Pengajian di Halmahera Selatan yang Diduga Cabuli Murid
Ia juga memastikan APBD Induk 2026 difokuskan untuk penguatan pelayanan publik, terutama sektor pendidikan, kesehatan dan ifrastruktur dasar dengan pendekatan zonasi.
Kemudian penguatan ekonomi daerah dengan dengan pendekatan agromaritim, pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan desa.
"Meski keterbatasan fiskal di 2026, APBD yang kita setujui bersama ini Insya Allah dapat berkontribusi dalam keberlangsungan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, "ujar Bassam saat berpidato dalam rapat paripurna tersebut.
Dari total pendapatan daerah sebesar Rp 1,712 triliun lebih, Bassam mengungkapkan bahwa belanja daerah dialokasikan sebanyak Rp1,722 triliun lebih.
Belanja daerah terdiri dari:
- Belanja operasi sebanyak Rp 1,200 triliun lebih
- Belanja modal Rp 183 miliar lebih
- Belanja tidak terduga Rp 53 miliar lebih, dan
- Belanja transfer Rp 285 miliar lebih
Untuk belanja operasi, di dalamnya terdapat:
- Belanja pegawai Rp 748 miliar lebih
- Belanja barang dan jasa Rp 399 miliar lebih
- Belanja hibah Rp 52 miliar lebih, serta
- Belanja bantuan sosial Rp 500 juta
Sementara belanja modal, di dalamnya terdapat:
- Belanja peralatan dan mesin Rp 24 miliar lebih
- Belanja gedung dan bangunan Rp 51 miliar lebih
- Belanja jalan-jaringan dan irigasi Rp 106 miliar lebih, serta
- Belanja aset lainnya Rp 494 juta lebih
Baca juga: Juhari Tawary Jabat Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Halmahera Selatan
Di akhir pidato, Bassam menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan APBD Induk 2026.
Ia juga berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi membangun Halmahera Selatan yang lebih maju, sejahtera dan berkeadilan.
"Marilah kita melangkah bersama, menjaga komitmen dan integritas agara APBD Induk 2026 dapat kita laksanakan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan masyatakat, "tandas Bassam. (*)
| Realisasi PAD Halmahera Selatan Triwulan I 2026 Tak Capai 25 Persen, Begini Penjelasannya |
|
|---|
| Kasus Stunting Masih Tinggi, Dinkes Halmahera Selatan Dorong Optimalisasi Program Imunisasi |
|
|---|
| Dinkes Halmahera Selatan Larang Operasi 7 Dapur MBG karena Belum Kantongi SLHS |
|
|---|
| Dugaan Pengkondisian Proyek Jalan di Kastim Halmahera Selatan Dilaporkan ke Polisi, Seret 2 Pejabat |
|
|---|
| Minim Laporan Tenaga Kerja, Ditransker Halsel Siapkan UPTD di Obi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Perda-APBD-Halmahera-Selatan-2026-01.jpg)