Pemkab Halmahera Selatan
Warga Halmahera Selatan Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
BPBD Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengeluarkan imbauan kewaspadaan atas potensi cuaca ekstrem
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- BPBD Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengeluarkan imbauan kewaspadaan atas potensi cuaca ekstrem yang menimbulkan banjir, tanah longsor dan gelombang tinggi.
- Imbauan ini menyusul adanya peridiksi dari BMKG Sultan Babullah Ternate soal peringatan dini cuaca buruk terjadi di sebagian wilayah Maluku Utara.
- BMKG menyatakan adanya potensi menimbulkan banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas transportasi udara dan laut.
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengeluarkan imbauan kewaspadaan atas potensi cuaca ekstrem yang menimbulkan banjir, tanah longsor dan gelombang tinggi.
Imbauan ini menyusul adanya peridiksi dari BMKG Sultan Babullah Ternate soal peringatan dini cuaca buruk terjadi di sebagian wilayah Maluku Utara.
BMKG menyatakan adanya potensi menimbulkan banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas transportasi udara dan laut.
Baca juga: BREAKING NEWS: Mantan Bupati Halmahera Utara Hein Namotemo Tutup Usia
Tinggi gelombang laut di wilayah Maluku Utara juga berada pada kisaran 0.25 hingga 1.5 meter.
Plt Kepala BPBD Halmahera Selatan, Aswin Adam, mengatakan perlunya kesiapsiagaan penuh dari pemerintah daerah dan pemerintah desa maupun warga.
Karena cuaca saat ini berpotensi menimbulkan hujan lebat, banjir, angin kencang, gelombang tinggi, hingga longsor yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi, khususnya sektor logistik, pelayaran, dan rantai pasok antarpulau.
"BMKG sudah memberikan peringatan dini potensi peningkatan tinggi gelombang di perairan Maluku Utara."
"Karena itu, warga diingatkan adanya risiko gelombang tinggi secara tiba-tiba, serta penurunan jarak pandang yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran," ujar Aswin dalam keterangannya, Kamis (4/12/2025).
Baca juga: Lima Desa di Halmahera Selatan Gelar Pemilihan Antarwaktu, Ini Jadwalnya
Berikut, langkah-langkah antisipatif yang diingatkan oleh BPBD Halmahera Selatan di antaranya sebagai berikut:
1. Kenali potensi bencana di lingkungan masing-masing.
2. Waspadai kemungkinan tanah longsor, terutama di bantaran sungai atau daerah perbukitan.
3. Kurangi aktivitas di dekat pohon tua atau rawan tumbang.
4. Perhatikan tinggi gelombang dan jarak pandang saat cuaca buruk, terutama Nelayan.
5. Kepada Kepala Desa dan Camat agar pantau wilayah masing-masing.
6. Kepala Desa dan Camat agar segera laporkan ke BPBD jika bencana sudah terjadi.
7. Kepala Desa dan Camat harus aktif berkoordinasi dengan masyarakat untuk langkah kesiapsiagaan. (*)
| Inspektorat Halsel Hanya Audit 100 dari 249 Desa pada 2026, Ini Alasannya |
|
|---|
| Karena Anggaran Terbatas, Pemkab Halmahera Selatan Tiadakan Festival Saruma 2026 |
|
|---|
| Pemkab Halmahera Selatan Jadwalkan Open Job Fair 2026, Hadirkan Perusahaan Penyedia Lapangan Kerja |
|
|---|
| DPMD Halmahera Selatan Bakal Tindak Kades Nonaktif yang Nekat Cairkan DD Rp 40 Juta |
|
|---|
| Belanja Pegawai Capai 36 Persen, Pemkab Halmahera Selatan Dorong Nilai APBD Diperbesar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/imbauan-cuaca-bpbd-halsel.jpg)