Pemprov Malut
Sukur Lila: 50.758 Rumah di Maluku Utara Tidak Layak Huni
Sukur Lila menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Capaian Program 3 Juta Rumah Provinsi Maluku Utara di Ternate
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Asisten III Setda Pemprov Maluku Utara, Sukur Lila, menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Capaian Program 3 Juta Rumah Provinsi Maluku Utara di Ternate
- Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah merupakan misi besar pemerintah untuk memberikan akses hunian layak bagi masyarakat miskin ekstrem, kelompok miskin, hingga kelas menengah bawah.
- Program ini bertujuan memperkecil kesenjangan antara masyarakat perkotaan, pedesaan, dan wilayah pesisir.
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI – Asisten III Setda Pemprov Maluku Utara, Sukur Lila, menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Capaian Program 3 Juta Rumah Provinsi Maluku Utara di Ternate, Kamis (11/12/2025).
Sukur menegaskan bahwa Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah merupakan misi besar pemerintah untuk memberikan akses hunian layak bagi masyarakat miskin ekstrem, kelompok miskin, hingga kelas menengah bawah.
Program ini sekaligus bertujuan memperkecil kesenjangan antara masyarakat perkotaan, pedesaan, dan wilayah pesisir.
Baca juga: Main Judi Togel, Pria Gorontalo Dibekuk Ditreskrimum Polda Malut
“Presiden Prabowo ingin kemerdekaan itu dirasakan oleh seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Salah satu caranya ialah memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki rumah yang layak, tempat untuk membangun masa depan dengan martabat,” ujar Sukur.
Program unggulan yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo ini juga menjadi jawaban atas persoalan nasional terkait backlog perumahan.
Ada sekitar 9,9 juta keluarga yang belum memiliki rumah serta 26,9 juta unit rumah yang tidak layak huni dan perlu renovasi.
Di Maluku Utara, terdapat 50.758 rumah tidak layak huni, 42.381 unit di antaranya belum masuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sukur menegaskan, program 3 Juta Rumah bukan hanya proyek fisik semata, melainkan wujud kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat.
“Ini adalah bentuk komitmen negara untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa skema pembiayaan yang inklusif, pendekatan pembangunan berkeadilan, dan strategi kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan komunitas, diharapkan program ini berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan memberi dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Ramalan Karier 12 Zodiak Kamis 11 Desember 2025: Aries Teliti dan Mempesona, Taurus Termotivasi
Sukur berharap rakor ini dapat memperkuat sinergi seluruh pihak dalam mempercepat capaian program di Maluku Utara.
“Semoga melalui rapat koordinasi ini, kita semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mempercepat Capaian Program 3 Juta Rumah di Provinsi Maluku Utara tahun 2025."
"Semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan kekuatan bagi kita semua untuk terus berkontribusi bagi pembangunan Maluku Utara yang maju dan sejahtera,” pungkasnya. (*)
| Sherly Laos Temui AHY di Jakarta, Usulkan Rp2,6 Triliun untuk Infrastruktur Maluku Utara |
|
|---|
| Sidang MPL PGID, Wagub Malut Sarbin Sehe Teguhkan Relasi Kebangsaan dalam Kemajemukan |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Gandeng BPH Migas, Perkuat Pengawasan BBM dan Optimalisasi PAD |
|
|---|
| Maluku Utara Jadi Target Proyek Internasional Konservasi Cengkeh dan Pala |
|
|---|
| Dunia Turun Tangan, Malut Jadi Lokasi Proyek Konservasi Tanaman Asli Proyek CDCSUI Kementan-FAO |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sukur-lila-rtlh.jpg)