Sabtu, 25 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Bullying di Taliabu

Kronologis Dugaan Bullying di SMPN 1 Taliabu Barat Menurut Muhrida Donsi

Dugaan bullying ini kemudian ditangani DPPPA Pulau Taliabu dan dipertemukan kedua belah pihak di sekolah untuk didamaikan

Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
Tribunnews.com
AKSI: Ilustrasi bullying. Dugaan bullying di SMAN 1 Taliabu Barat kemudian ditangani DPPPA Pulau Taliabu dan dipertemukan kedua belah pihak di sekolah untuk didamaikan 

Ringkasan Berita:1. 2 orang siswa SMPN 1 Pulau Taliabu Barat terlibat bullying (perkelahian)
2. Persoalan kemudian ditangani DPPPA Pulau Taliabu dan dipertemukan kedua belah pihak di sekolah untuk didamaikan
3. Aksi bullying melibatkan 2 orang siswa yang masing-masing berinisial A

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Pulau Taliabu, Maluku Utara dalami salah satu dugaan bullying.

Informasi yang diperoleh Tribunternate.com, 2 orang siswa SMPN 1 Pulau Taliabu Barat terlibat bullying (perkelahian).

Dugaan bullying ini kemudian ditangani DPPPA dan dipertemukan kedua belah pihak di sekolah untuk didamaikan.

Kronologis

Baca juga: Lakalantas 2 Sepeda Motor Terjadi di Perempatan Jalan SMAN 1 Taliabu

Menurut Kepala DPPPA Taliabu, Muhrida Donsi, siswa inisial A memukul siswi lainnya berinisial A.

Di mana pelaku bersama teman-teman kelasnya termasuk korban sering makan sama-sama.

Awal kejadian pelaku bertanya ke korban kapan traktir?.

Karena pelaku sebelumnya sudah mentraktir korban dan teman-teman lainnya.

Pelaku menganggap itu sebagai utang yang harus membalas.

"Jadi dia tagih utangnya di korban, tapi korban tidak bayar malah (alihkan bicara) ke pelaku, jadi pelaku marah."

"Pelaku langsung pukul korban dengan tumbler (tempat minum)."

"Korban balas pukul dan terjadi baku pukul, "ungkap Muhrida sesuai keterangan kornologi yang diterima, Minggu (14/12/2025).

Dari perkelahian itu, korban dipukul pada bagian wajah, leher, badan dan kaki.

Beberapa menit kemudian, guru datang melerai perkelahian, korban menangis dan tidak menyampaikan pada bagian tubuhnya yang dipukul.

"Korban cuma menangis, sampai guru bicara kasih damai mereka berdua dan sudah saling maaf. Jadi, dianggap selesai, "terangnya.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved