Halmahera Selatan
Demo di Kantor Bupati Halmahera Selatan, Samurai Soroti Masalah Sampah dan Jalan TPA Marabose
Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Samurai Distrik UNSAN Bacan, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Solidaritas Aksi Mahasiswa untuk Rakyat Indonseia (Samurai) Distrik UNSAN Bacan, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (15/12/2025).
- SAMURAI menyoroti tata keola sampah yang dilakukan DLH. Selain itu, merkea mendesak pembangunan jalan TPA sampah di Desa Marabose, Kecamatan Bacan.
- Produksi sampah di Kecamatan Bacan, Bacan Selatan dan Bacan Timur, per hari mencapai 21,4 ton.
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Solidaritas Aksi Mahasiswa untuk Rakyat Indonseia (Samurai) Distrik UNSAN Bacan, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (15/12/2025).
Dalam aksi tersebut, SAMURAI menyoroti tata keola sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Selain itu, merkea mendesak pembangunan jalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Marabose, Kecamatan Bacan.
Koordinator aksi, Wahyudi M. Nur, mengungkapkan bahwa produksi sampah di Kecamatan Bacan, Bacan Selatan dan Bacan Timur, per hari mencapai 21,4 ton.
Baca juga: Lihat di Sini, Update Harga dan Buyback Emas Antam Senin 15 Desember 2025
Sementara dari sisi fasilitas dan infrastruktur, belum dapat menunjang mobisasi volume sampah yang begitu besar. Begitu juga terhadap standar operasional pengelolan sampah (SOP).
"SOP pengelolaan TPA tidak dijalankan di tengah penutupan sampah dengan tanah. Dan selama ini, petugas kebersihan justru bekerja memertaruhkan kesehatan," ujar Wahyudi.
Lebih lanjut, ia mengatakan sungai, kali mati, dan air laut di Halmahera Selatan, menjadi pelarian terakhir sampah.
Berdasarkan data, 30,7 persen membuang sampah di TPS, 22,30 persen di kali mati, 20,26 persen di air laut, 17, 23 persen di sungai, serta 10,14 persen ke lokasi lainnya.
Menurut Wahyudi, beberapa tempat wisata seperti Pantai Derbi di Kecamatan Bacan Timur, dan Pantai Omami di Kecamatan Bacan Selatan, juga tak disediakan tempat pembuangan sementara atau TPS.
Baca juga: Ini Rincian Harga dan Buyback Emas di Pegadaian Senin 15 Desember 2025: Galeri 24, Antam serta UBS
Imbasnya, para pengunjung membuang sampah semberangan dan mengotori keasrian air laut. Masalah serupa juga terjadi di setiap pemukiman warga.
Wahyudi pun mendesak, DPRD Halmahera Selatan dan pemerintah daerah segera mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pengelolaan sampah, dan membangun infrastruktur memadai untuk jalur pembuangan sampah.
"Kami juga meminta naikkan upah petugas TPA, tambah armada angkutan sampah, bangun jalan TPA Marabose, bangun bank sampah dan sistem daur ulang, lakukan eco-literacy secara berkelanjutan, serta hentikan penutupan sampah dengan tanah," pungkasnya. (*)
| Cabor Pobsi Resmi Terbentuk di Halmahera Selatan, Akbar Ahad Ditunjuk Jadi Ketua |
|
|---|
| Polres Halmahera Selatan Perkuat Pasukan Hadapi Potensi Konflik Sosial |
|
|---|
| Jaksa dan Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp5,2 Miliar Kesbangpol Halsel |
|
|---|
| Warga Bokimiake Halmahera Selatan Swadaya Perbaiki Jembatan Ambruk Akibat Gempa |
|
|---|
| Pemkab Halsel dan FKUB Deklarasi Damai, Ini 5 Poin Kesepakatan Pemuka Agama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/samurai-demo-di-halsel.jpg)