Senin, 13 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Banjir di Halsel

Bupati Halmahera Selatan Diminta Fast Respon Tangani Banjir Rob Desa Nang Bacan Barat

Menurut Anggota DPRD Halmahera Selatan Sagaf Hi Taha, solusi mengatasi banjir rob dan abrasi di Desa Nang ialah membangun talut

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
BENCANA: Tampak sejumlah warga Desa Nang, Kecamatan Bacan Barat, Halmahera Selatan membersihan puing-puing material usai rumah mereka ambruk diterjang banjir rob, Senin (15/12/2025) 

Ringkasan Berita:1. Desa Nang di Kecamatan Bacan Barat, Halmahera Selatan kembali dilanda banjir rob (banjir air laut)
2. Informasi yang dihimpun, bencana alam ioni terjadi sejak Jumat (12/12/2025) hingga Senin (15/12/2025)
3. Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi, kejadian serupa pernah melanda Desa Nang pada 2023

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Gelombang air pasang (banjir rob) dilaporkan terjadi di Desa Nang, Kecamatan Bacan Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara sejak Jumat (12/12/2025) hingga Senin (15/12/2025).

Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga di pesisir pantai alami rusak berat.

Beberapa rumah juga roboh akibat abrasi yang semakin menggerus garis pesisir permukiman.

Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi, kejadian serupa pernah melanda Desa Nang pada 2023.

Baca juga: Resmi Pimpin DPC PDI-P Halmahera Selatan 2025-2030, Masdar Mansur Incar 6 Kursi

Pada 2023, Bupati Halmahera Selatan saat itu Usman Sidik berkunjung ke lokasi dan melihat kondisi warga serta kerusakan yang ditimbulkan. 

Kunjungan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menetapkan Desa Nang sebagai wilayah rawan bencana abrasi, dan gelombang pasang (banjir rob).

Sebagai tindaklanjut, pada 2024, pemerintah daerah memasukan penanganan abrasi di Desa Nang ke dalam perencanaan daerah.

Melalui BPBD, pemerintah daerah menunjuk salah satu rekanan untuk melaksanakan proyek pembangunan talut penahan gelombang.

Rekanan itu bahkan telah menurunkan sejumlah alat berat ke lokasi sebagai tanda dimulainya pekerjaan.

Warga Desa Nang juga diminta terlibat aktif dengan memobilisasi material batu dalam jumlah besar. 

Ribuan kubik batu dikumpulkan dan diangkut oleh warga secara swadaya.

Dengan harapan pembangunan talut segera direalisasikan demi melindungi permukiman dari ancaman banjir rob.

Namun harapan itu pupus setelah proyek tersebut tiba-tiba dibatalkan tanpa kejelasan pasti.

Ironisnya material batu yang telah dimobilisasi warga, hingga kini tak dibayarkan oleh pihak rekanan.

Plt Kepala BPBD Halmahera Selatan Aswin Adam saat dikonfirmasi Tribunternate.com via WhtasApp belum merespon.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved