Banjir di Halsel
Bupati Halmahera Selatan Diminta Fast Respon Tangani Banjir Rob Desa Nang Bacan Barat
Menurut Anggota DPRD Halmahera Selatan Sagaf Hi Taha, solusi mengatasi banjir rob dan abrasi di Desa Nang ialah membangun talut
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Desa Nang di Kecamatan Bacan Barat, Halmahera Selatan kembali dilanda banjir rob (banjir air laut)
2. Informasi yang dihimpun, bencana alam ioni terjadi sejak Jumat (12/12/2025) hingga Senin (15/12/2025)
3. Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi, kejadian serupa pernah melanda Desa Nang pada 2023
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Gelombang air pasang (banjir rob) dilaporkan terjadi di Desa Nang, Kecamatan Bacan Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara sejak Jumat (12/12/2025) hingga Senin (15/12/2025).
Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga di pesisir pantai alami rusak berat.
Beberapa rumah juga roboh akibat abrasi yang semakin menggerus garis pesisir permukiman.
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi, kejadian serupa pernah melanda Desa Nang pada 2023.
Baca juga: Resmi Pimpin DPC PDI-P Halmahera Selatan 2025-2030, Masdar Mansur Incar 6 Kursi
Pada 2023, Bupati Halmahera Selatan saat itu Usman Sidik berkunjung ke lokasi dan melihat kondisi warga serta kerusakan yang ditimbulkan.
Kunjungan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menetapkan Desa Nang sebagai wilayah rawan bencana abrasi, dan gelombang pasang (banjir rob).
Sebagai tindaklanjut, pada 2024, pemerintah daerah memasukan penanganan abrasi di Desa Nang ke dalam perencanaan daerah.
Melalui BPBD, pemerintah daerah menunjuk salah satu rekanan untuk melaksanakan proyek pembangunan talut penahan gelombang.
Rekanan itu bahkan telah menurunkan sejumlah alat berat ke lokasi sebagai tanda dimulainya pekerjaan.
Warga Desa Nang juga diminta terlibat aktif dengan memobilisasi material batu dalam jumlah besar.
Ribuan kubik batu dikumpulkan dan diangkut oleh warga secara swadaya.
Dengan harapan pembangunan talut segera direalisasikan demi melindungi permukiman dari ancaman banjir rob.
Namun harapan itu pupus setelah proyek tersebut tiba-tiba dibatalkan tanpa kejelasan pasti.
Ironisnya material batu yang telah dimobilisasi warga, hingga kini tak dibayarkan oleh pihak rekanan.
Plt Kepala BPBD Halmahera Selatan Aswin Adam saat dikonfirmasi Tribunternate.com via WhtasApp belum merespon.
Sementara itu, Anggota DPRD Halmahera Selatan daerah pemilihan (Dapil) I, Sagaf Hi Taha, menyoroti kondisi Desa Nang pascabencana.
Ia mendesak Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba agar segera menggunakan kewenangannya untuk merespons bencana ini.
"Ini menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan permukiman pesisir."
"Pemerintah daerah tidak boleh menutup mata, "tegas Sagaf dalam keterangannya.
Baca juga: Demo di Kantor Bupati Halmahera Selatan, Samurai Soroti Masalah Sampah dan Jalan TPA Marabose
Solusi mengatasi banjir rob dan abrasi di Desa Nang ialah membangun talut.
Pasalnya, pemukiman warga di desa tersebut, rata-rata berada di pesisir pantai.
"Proyek pembangunan talut sebelumnya kan tunda alias batal. Jadi kami meminta agar pemerintah daerah segera bangun, sebelum ada korban jiwa, "tandas Sagaf. (*)
| Desa Tabapoma Dihantam Banjir Rob, Warga Minta Pemkab Halmahera Selatan Bangun Talut |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Banjir Kepung Kawasan Pasar Labuha Halmahera Selatan |
|
|---|
| Hujan Deras Akibatkan Ratusan Rumah di Desa Sumber Makmur Halmahera Selatan Terendam Banjir |
|
|---|
| Perabotan Warga Terdampak Banjir di Halmahera Selatan Bakal Diganti |
|
|---|
| Kena Banjir, Pelayanan SPBU Labuha Halmahera Selatan Tutup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Banjir-rob-kembali-hantam-Desa-Nang-Bacan-Barat-Halmahera-Selatan.jpg)