Pemkab Halmahera Selatan
Tak Dapat Beasiswa 'Senyum Unggul', Mahasiswa STAI Al-Khairaat Demo Bupati Halmahera Selatan
Puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIA) Al-Khairaat Labuha, berdemonstrasi di depan Kantor Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIA) Al-Khairaat Labuha, berdemonstrasi di depan Kantor Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (29/12/2025).
- Dalam demonstrasi ini, mereka mendesak Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, bersikap adil terhadap program beasiswa yang menyasar perguruan tinggi lokal.
- Karena pada tahun anggran 2025, Pemkab Halmahera Selatan tak lagi mengalokasikan anggaran beasiswa untuk ratusan mahasiswa STAIA Al-Khairaat Labuha.
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIA) Al-Khairaat Labuha, berdemonstrasi di depan Kantor Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (29/12/2025).
Dalam demonstrasi ini, mereka mendesak Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, bersikap adil terhadap program beasiswa yang menyasar perguruan tinggi lokal.
Karena pada tahun anggran 2025, Pemkab Halmahera Selatan tak lagi mengalokasikan anggaran beasiswa untuk ratusan mahasiswa STAIA Al-Khairaat Labuha.
Baca juga: Percepat Respons Darurat, Kantor Unit Siaga SAR Beroperasi di Halmahera Timur
Sementara itu, mahasiswa dari Universitas Nurul Hasan (UNSAN) Bacan masih menerima anggaran beasiswa dalam tahun anggaran yang sama.
"Bupati harus adil, tidak boleh pandang bulu. Beasiswa itu sumbernya dari APBD, jadi pembagiannya harus adil," ujar koordinator aksi, Yusril Dokumalamo.
Yusril mengatakan, Bupati Halmahera Selatan Bassa Kasuba telah berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program, salah satunya adalah program 'Senyum Unggul'.
Program ini dibiayai lewat APBD untuk membantu mahasiswa kurang mampu, dan berprestasi. Masing-masing mahasiwa, mendapat Rp4 juta untuk pembiayaan 2 semester dalam setahun.
"Tahun 2024, ada 800 mahasiswa STAIA yang dapat beasiswa. Tapi 2025 sudah tidak dapat lagi. Ini ada apa?," tegasnya.
Yusril juga menjelaskan, STAIA Al-Khairaat Labuha merupakan bagian integral dari ekosistem pendidikan di Halmahera Selatan.
Kampus ini sudah sejak lama berkontribusi dalam mencetak tenaga guru agama, Dai, hingga aparatur pemerintahan.
Sementara, mahasiswanya mayoritas berasal dari keluarga petani, nelayan, buruh harian, dan pedagang kecil.
Baca juga: Pastikan Akses Publik, Wagub Malut Sarbin Sehe Tinjau Sejumlah Proyek Strategis di Halmahera Selatan
"Dengan latar belakang tersebut, mahasiswa STAIA secara objektif memenuhi kriteria sebagai penerima beasiswa daerah," pungkas Yusril.
Demonstrasi ini sempat berlangsung tegang pada pukul 12.15 WIT ketika Staf Ahli Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Halmahera Selatan, Saiful Turuy, menemui mahasiswa untuk hering terbuka.
Namun, mahsiswa menyatakan menolak. Mereka menginginkan hering bersama Bupati Halmahera Selatan. (*)
| Triwulan I 2026: Samsat Halmahera Selatan Kantongi Pajak Kendaraan Rp 42 Miliar Lebih |
|
|---|
| Harumkan Nama Daerah, Dirut PDAM Halmahera Selatan Raih Indonesia Visionary Leader Award 2026 |
|
|---|
| Pemkab Halsel Hibahkan Rp2 Miliar untuk KONI Jelang Porprov Malut 2026, 22 Cabor Siap Tanding |
|
|---|
| Gaji ke 13 ASN Halmahera Selatan Cair Setelah Idul Adha, TPP 3 Bulan Segera Menyusul |
|
|---|
| DBH Senilai Rp 501 Miliar Belum Cair, Pemkab Halmahera Selatan Prioritaskan Belanja Wajib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/demo-mahasiswa-di-halsel-beasiswa.jpg)