Pulau Taliabu
Rakit dan Jalan Setapak Swadaya Jadi Solusi Lintas Penghubung 2 Kecamatan di Taliabu
Pembangunan infrastruktur di Pulau Taliabu, Maluku Utara, dinilai belum memadai. Kondisi ini membuat mobilitas warga antar-kecamatan harus ditempuh
Penulis: Laode Havidl | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, dinilai belum memadai.
- Kondisi ini membuat mobilitas warga antar-kecamatan harus ditempuh dengan tenaga ekstra melalui jalanan berbatu dan medan yang cukup berat.
- Kondisi tersebut terjadi pada akses penghubung antara Kecamatan Taliabu Barat Laut dan Kecamatan Lede. Selama bertahun-tahun, ruas jalan di wilayah ini tak pernah tersentuh pembangunan aspal.
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, dinilai belum memadai.
Mobilitas warga antar-kecamatan harus ditempuh dengan tenaga ekstra melalui jalanan berbatu dan medan yang cukup berat.
Kondisi tersebut terjadi pada akses penghubung antara Kecamatan Taliabu Barat Laut dan Kecamatan Lede. Selama bertahun-tahun, ruas jalan di wilayah ini tak pernah tersentuh pembangunan aspal.
Baca juga: Ramalan Shio Minggu Ini 12-18 Januari 2026: Hoki Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular
Tak heran, warga kerap mengeluhkan kondisi jalan yang menjadi lintasan utama aktivitas mereka.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sempat membangun jalan rabat beton dengan anggaran mencapai miliaran rupiah.
Namun, proyek tersebut tidak rampung dan akhirnya menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara.
Rakit Swadaya Warga
Seiring berjalannya waktu, warga dari dua kecamatan tersebut kemudian berinisiatif membangun sarana transportasi laut berupa rakit penghubung antara Desa Nggele dan Desa Lede.
Rakit ini menjadi alternatif utama bagi warga untuk melintas, termasuk bagi pejabat daerah. Setiap penumpang dikenakan tarif sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama.
Salah satu penumpang rakit, Rusmin U, mengaku keberadaan rakit sangat membantu mobilitas warga.
“Sebagian besar warga sekarang memilih menggunakan rakit jika ingin dari Nggele ke Lede, karena kondisi jalan darat sudah rusak,” kata Rusmin kepada Tribunternate.com, Minggu (11/1/2026).
Jalan Setapak Swadaya
Selain rakit, empat warga Kecamatan Lede juga secara swadaya membangun jalan setapak sepanjang kurang lebih 400 meter.
Jalan tersebut sangat membantu warga yang melintas dari Kecamatan Taliabu Barat Laut menuju Kecamatan Lede, begitu pula sebaliknya.
Untuk melintasi jalan setapak tersebut, pengendara sepeda motor dikenakan tarif sebesar Rp10 ribu per sekali lintasan.
Muliana (58), salah satu donatur pembangunan jalan setapak, mengatakan anggaran patungan yang telah dikeluarkan untuk membangun akses tersebut mencapai sekitar Rp70 juta.
Baca juga: Peringati Hari Desa Nasional, Wabup Taliabu La Ode Yasir Buka Jalan Sehat dan Bersih Pantai
“Dana yang kami keluarkan sudah sekitar Rp70 juta. Untuk pembelian semen saja sudah mencapai 200 sak,” ujar Muliana saat dikonfirmasi Tribunternate.com.
| Akses Jembatan Fangahu Diblokir, Pekerja Tuntut Pembayaran Material |
|
|---|
| Lima Anak di Taliabu Kepergok Hirup Lem Aibon, Polisi Beri Pembinaan |
|
|---|
| Musim Durian di Taliabu, Harga Murah Mulai 7 Buah Rp50 Ribu |
|
|---|
| Hujan Guyur Desa Bobong Taliabu, Akibatkan Sejumlah Ruas Jalan Tergenang Air |
|
|---|
| Jalan Berlubang Picu Kecelakaan Tunggal di Taliabu, Pengendara Alami Luka Lecet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/jalan-rakit-di-taliabu.jpg)