Pulau Taliabu
Akses Jembatan Fangahu Diblokir, Pekerja Tuntut Pembayaran Material
Pekerja memalang akses Jembatan Fangahu di Pulau Taliabu sejak Rabu hingga Kamis (16/4/2026), diduga karena upah dan material belum dibayar
Penulis: Laode Havidl | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Pekerja memalang akses Jembatan Fangahu di Pulau Taliabu sejak Rabu hingga Kamis (16/4/2026), diduga karena upah dan material belum dibayar.
- Di lokasi terpasang papan bertuliskan protes terhadap Dinas PUPR, serta tali pembatas yang menghalangi akses jembatan.
- Dinas PUPR menyatakan masih menunggu hasil audit BPK sebelum melanjutkan pekerjaan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran.
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Proyek jembatan Fangahu Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, kembali menjadi sorotan.
Jembatan tersebut tidak bisa dilewati, karena dipalang oleh pekerja pada Rabu (15/4/2026) hingga Kamis (16/4).
Belum diketahui pasti apa penyebab akses jembatan ini diboikot.
Amatan Tribunternate.com, pekerja memalang jembatan menggunakan tali dan papan. Tulisannya adalah "jembatan ini disegel, karena tidak sesuai janji Dinas PUPR".
Baca juga: Kebun Ganja di Tidore Sejak 2017 Terbongkar, Dua Pelaku Ditangkap
"Material belum dibayar," begitu bunyi 2 papan yang memalang jembatan fangahu.
Diketahui, jembatan Fangahu Taliabu dianggarkan sebesar Rp3,5 miliar APBD Perubahan Tahun 2025. Pekerjaan ini informasi berdasarkan kontrak sudah sudah tuntas, yang mana dibangun hanya satu jalur saja.
Sementara itu, untuk pembangunan jalur lainnya pada jembatan ini rencananya pada anggaran tahap dua.
Baca juga: Kejari Sula Terima Banyak Aduan DD dan ADD, Desa Pohea Mulai Diselidiki
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Pulau Taliabu, Ahmad Tahir Tarauntu, belum memberikan tanggapannya atas masalah ini.
Namun sebelumnya, Ahmad Tahir Tarauntu mengatakan, Dinas PUPR Taliabu menunggu hasil pemeriksaan tim audit BPK. Setelah itu, akan melanjutkan pekerjaan jembatan yang dimaksud.
"Kalau LHP nya sudah keluar, maka itu masuk didaftar utang pemerintah daerah, kewajiban kita harus membayar selesai (sisa anggaran jembatan)," pungkasnya. (*)
| Lima Anak di Taliabu Kepergok Hirup Lem Aibon, Polisi Beri Pembinaan |
|
|---|
| Musim Durian di Taliabu, Harga Murah Mulai 7 Buah Rp50 Ribu |
|
|---|
| Hujan Guyur Desa Bobong Taliabu, Akibatkan Sejumlah Ruas Jalan Tergenang Air |
|
|---|
| Jalan Berlubang Picu Kecelakaan Tunggal di Taliabu, Pengendara Alami Luka Lecet |
|
|---|
| Klarifikasi Kapolres Taliabu Terkait Penahanan Kapal Barang di Desa Tikong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/jalan-fangahu-tribun-ternate.jpg)