Rabu, 29 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Opini

Keadilan Spasial: Mereformasi Logistik Bencana di Pesisir Loloda

Bagi wilayah seperti Loloda Utara, Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara akses darat ini bukan sekadar aspal, itu adalah urat nadi keselamatan

Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
Amir Jurumudi, Sekjen BI20KRAT/Alumni IPDN XX 

Amir merupakan Sekjen BI20KRAT (Perkumpulan Alumni IPDN Angkatan 20) yang mewakili  semangat anak Muda dan birokrasi modern memberikan apresiasi tinggi terhadap visi Ibu Gubernur tersebut.

Menurutnya, pembukaan jalan sepanjang kurang lebih 100 kilometer di wilayah Halmahera merupakan strategi redundancy (jalur alternatif) yang sangat vital.

Namun, infrastruktur fisik yang telah dibangun Pemprov harus didukung oleh reformasi manajemen logistik agar dampaknya semakin eksponensial.

Sebagai bagian dari keluarga besar BI20KRAT yang mendorong semangat birokrasi yang cepat, tepat, dan terintegrasi, penulis mengusulkan tiga langkah penguatan:

1. Strategi Pre-positioning (Gudang Mandiri): Memanfaatkan akses jalan yang sudah terbuka untuk mengisi stok penyangga (buffer stock) di tingkat kecamatan strategis. Belajar dari Jepang, logistik harus sudah berada di lokasi sebelum bencana menyapa.

2. Konektivitas Multimoda yang Dinamis: Infrastruktur darat yang baru harus terintegrasi dengan dermaga-dermaga kecil. Integrasi darat-laut ini menciptakan sistem logistik yang tangguh; jika laut mengamuk, jalur darat siap menyangga.

3. Smart Mitigation berbasis Komunitas: Keberhasilan pembangunan jalan harus diikuti dengan digitalisasi pemantauan bantuan. Kita memerlukan sistem informasi yang mampu mendeteksi ketersediaan logistik di tiap desa secara real-time, sehingga tidak ada lagi istilah "daerah yang terlupakan".

Dedikasi para abdi negara Para Nakes, ormas di lapangan dan relawan di Maluku Utara serta Masayarakat lokal di Halmahera Barat yang selama ini berjibaku menembus ombak patut kita banggakan.

Namun, dengan hadirnya jalan lintas provinsi, beban perjuangan fisik tersebut kini harus bertransformasi menjadi sistem distribusi yang lebih terukur, modern, dan manusiawi.

Sebagai penutup, penulis ingin menegaskan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia haruslah tercermin dalam kecepatan negara melindungi nyawa warganya.

"Pengalaman saya di Jepang mengajarkan bahwa tidak ada wilayah yang boleh dianggap terlalu terpencil untuk diselamatkan. Infrastruktur jalan yang membentang di Halmahera, di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur Sherly, harus menjadi jalan pintas bagi kemanusiaan, "tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved