Kamis, 23 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Sherly Laos Serahkan Data Rumah Rusak Akibat Banjir Halbar-Halut ke Menteri PKP

Pemprov Maluku Utara bergerak cepat memastikan penanganan hunian warga terdampak banjir di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara

|
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Sansul Sardi
BANJIR - Gubernur Malut Sherly Laos. Ia memastikan penanganan hunian warga terdampak banjir di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara, Selasa (27/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara bergerak cepat memastikan penanganan hunian warga terdampak banjir di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara.
  • Gubernur Maluku Utara Sherly Laos turun langsung mengawal penyerahan data rumah warga yang hilang dan rusak berat akibat bencana banjir pada 7 Januari 2026.
  • Data tersebut diserahkan kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, pada Senin (26/1/2026) sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan pascabencana.

Rilis

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara bergerak cepat memastikan penanganan hunian warga terdampak banjir di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos turun langsung mengawal penyerahan data rumah warga yang hilang dan rusak berat akibat bencana banjir pada 7 Januari 2026.

Data tersebut diserahkan kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruar Sirait, pada Senin (26/1/2026) sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan pascabencana.

Baca juga: BPBD Taliabu Rencana Usul Pembuatan Tanggul Antispasi Abrasi di Pesisir Desa Wayo

“Kami mengawal langsung penyerahan data rumah warga yang hilang dan rusak berat akibat banjir di Halmahera Barat dan Halmahera Utara,” ujar Sherly.

Menurutnya, langkah ini bertujuan memastikan pemerintah pusat memiliki data yang akurat sebagai dasar penyaluran program bantuan perumahan bagi masyarakat terdampak. Penanganan yang dirancang tidak hanya sebatas membangun kembali rumah warga, tetapi juga mencakup penataan kawasan permukiman secara menyeluruh.

Adapun fokus utama penanganan pascabencana meliputi pembangunan ulang rumah warga terdampak, penataan kawasan permukiman pascabencana, dan penciptaan lingkungan hunian yang aman, layak, dan tahan terhadap risiko bencana.

Dalam pertemuan tersebut, Sherly juga mendorong optimalisasi sejumlah program unggulan Kementerian PKP untuk Maluku Utara, di antaranya Rumah Subsidi dengan skema cicilan mulai sekitar Rp1 juta per bulan, KUR Perumahan dengan diskon bunga hingga 5 persen bagi pengembang lokal dan toko bangunan, guna memastikan ketersediaan material dan kelancaran pembangunan.

Dan program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) atau bedah rumah, dengan skema hibah tanpa bunga, untuk menjadikan rumah lama kembali layak huni

Sherly menegaskan, rumah bagi sebuah keluarga bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol rasa aman dan kepastian hidup.

Baca juga: Seorang ASN Pemkab Halmahera Timur Terjerat Narkoba, Ricky Richfat: Sementara Urus SK Pemecatan

“Rumah adalah tempat pulang, tempat rasa aman, dan awal dari doa-doa keluarga. Memiliki rumah berarti memiliki kepastian hidup yang layak, aman, dan bermartabat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama saat menghadapi bencana.

“Negara hadir untuk memastikan setiap keluarga memiliki ruang untuk bertumbuh tanpa rasa takut. Rumah adalah fondasi keluarga, dan keluarga adalah fondasi bangsa. Dari sanalah Indonesia dibangun,” pungkas Sherly.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved