Pemprov Malut
Dana TDF Rp 613 Miliar Pemprov Maluku Utara Masih Mengendap di Pusat
"Daripada kita mengambil pinjaman, lebih baik kita mengejar dana yang memang menjadi hak kita, "tegas Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ia menyebutkan, Gubernur Maluku Utara berharap pembayaran utang pihak ketiga bisa dialokasikan setiap tahun, rata-rata lebih dari Rp 100 miliar.
Namun jumlah tersebut dinilai belum cukup jika dibandingkan dengan total nilai utang yang ada.
"Masalahnya bukan hanya kemauan, tapi dari mana sumber anggarannya. Itu yang harus dihitung secara matang, "ujarnya.
Terkait komitmen ke depan, ia menegaskan pemerintah provinsi menargetkan agar tidak lagi muncul utang baru pada tahun berjalan.
"Kita berharap 2025 tidak ada lagi utang. Kalau masih ada kegiatan yang belum selesai, harus dicari solusi agar bisa dituntaskan."
Baca juga: Pria 36 Tahun di Halmahera Selatan Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Rumah
"Minimal di 2026 bahkan paling lambat Maret, semua utang bisa diselesaikan, "harap Sarbin Sehe.
Komitmen untuk tidak menciptakan utang baru juga akan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja Gubernur terhadap Pimpinan OPD.
"Kalau masih berani bikin utang, itu pasti jadi catatan serius bagi ibu gubernur, "tandas Sarbin Sehe. (*)
| 13 ASN Pemprov Malut Ikuti Pembekalan Jelang Purna Tugas |
|
|---|
| SMK Negeri di Malut Didorong Adaptif terhadap Kebutuhan Dunia Kerja |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos: Alokasi Infrastruktur Minimal 10 Persen atau RAPBD Ditolak! |
|
|---|
| Perkuat Infrastruktur, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Lobi 4 Dirjen Kementerian PU |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sarbin-sehe-pendidikan-3.jpg)