Anggota DPRD Malut Minta Audit Teknis Embung Pulau Hiri, Diduga Gagal Dimanfaatkan
Proyek pembangunan embung di Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, menuai sorotan tajam
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Proyek pembangunan embung di Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, menuai sorotan tajam.
- Infrastruktur yang awalnya dirancang sebagai solusi pengelolaan sumber daya air, justru dinilai menambah daftar proyek bermasalah yang dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.
- Embung tersebut dibangun dengan tujuan utama menampung air dan mendukung kebutuhan masyarakat.
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI— Proyek pembangunan embung di Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, menuai sorotan tajam.
Infrastruktur yang awalnya dirancang sebagai solusi pengelolaan sumber daya air, justru dinilai menambah daftar proyek bermasalah yang dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.
Embung tersebut dibangun dengan tujuan utama menampung air dan mendukung kebutuhan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, proyek ini dinilai gagal dari sisi pemanfaatan, bahkan memunculkan persoalan baru berupa banjir yang berdampak langsung pada permukiman warga.
Baca juga: Ramalan Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci Besok Kamis 12 Februari 2026: Cinta, Karier, Nomor Hoki
Pasca pembangunan embung, sejumlah titik pemukiman di Pulau Hiri dilaporkan mengalami genangan dan banjir ketika curah hujan meningkat.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat intensitas hujan di Kota Ternate dan sekitarnya masih tergolong tinggi, sementara penanganan dampak proyek tersebut belum juga dilakukan secara maksimal.
Tak hanya persoalan banjir, embung yang menelan anggaran belasan miliar rupiah itu hingga kini disebut belum termanfaatkan secara optimal. Warga menilai proyek tersebut lebih tampak seperti monumen daripada fasilitas yang benar-benar memberi manfaat nyata.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara, Iswanto, menyatakan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan Embung Pulau Hiri, termasuk audit teknis untuk memastikan kesesuaian desain dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Menurutnya, peninjauan harus mencakup desain aliran air, sistem drainase, hingga rencana pemanfaatan embung agar tidak terus menjadi proyek sia-sia.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Sangiang Februari - Maret 2026, Rute Lengkap ke Ternate
“Diperlukan evaluasi dan audit teknis secara menyeluruh. Jangan sampai embung ini justru menjadi sumber bencana baru bagi warga,” tegas Iswanto, saat dikonfirmasi Tribunternate.com, Selasa (10/2/2026).
Ia juga menyoroti kecenderungan sejumlah proyek BWS yang dinilai hanya menghabiskan anggaran negara tanpa perencanaan pemanfaatan yang terukur bagi kebutuhan masyarakat.
“Banyak pembangunan BWS yang bermasalah, bukan hanya embung di Pulau Hiri. Ini harus menjadi perhatian serius,” tandasnya. (*)
| Raker Unkhair Ternate 2027, Anggaran Rp118 Miliar Difokuskan ke IKU dan Riset |
|
|---|
| Unkhair Ternate Gelar Sosialisasi IKU 2026, Abdullah W Jabid Tekankan Kinerja Berbasis Data |
|
|---|
| Sabtu Ini, Unkhair Ternate Wisuda 676 Lulusan dan Kukuhkan Dua Guru Besar |
|
|---|
| BAN PT Asesmen Lapangan Prodi Agroteknologi Unkhair Ternate, Target Akreditasi Unggul |
|
|---|
| Revitalisasi Bahasa Tidore, Balai Bahasa Gelar Bimtek untuk Guru SD dan SMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Embung-hiri-Iswanto.jpg)