Minggu, 26 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Taliabu

Kemiskinan per 2025 Turun 6,63 Persen, Pengangguran Taliabu Naik Jadi 3,40 Persen

BPS Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, merilis jumlah penduduk miskin di Pulau Taliabu pada tahun 2025 turun menjadi 3,72 ribu

Penulis: Laode Havidl | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Laode Havidl
DATA BPS: Lokasi Landmark di Ibukota Bobong Pulau Taliabu Maluku Utara. BPS Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, merilis jumlah penduduk miskin di Pulau Taliabu pada tahun 2025 turun menjadi 3,72 ribu jiwa, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3,97 ribu jiwa. Persentase penduduk miskin pada tahun 2025 juga menurun menjadi 6,63 persen, dari 7,13 persen pada tahun 2024, Sabtu (14/2/2026). 

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, merilis jumlah penduduk miskin di Pulau Taliabu pada tahun 2025 turun menjadi 3,72 ribu jiwa, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3,97 ribu jiwa.

Persentase penduduk miskin pada tahun 2025 juga menurun menjadi 6,63 persen, dari 7,13 persen pada tahun 2024.

Namun, data tersebut menjadi paradoks. Pasalnya, tingkat pengangguran terbuka di Taliabu pada tahun 2025 justru meningkat signifikan menjadi 3,40 persen, dari sebelumnya 2,86 persen pada tahun 2024.

Baca juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Penyelundupan Satwa Liar Endemik Papua ke Ternate

Kepala BPS Kepulauan Sula, Syahrul G. Usman, mengatakan ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, di antaranya pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan pekerjaan di daerah setempat.

“Untuk Taliabu, menurut saya faktor pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja menjadi hal yang paling memengaruhi kondisi kemiskinan dan pengangguran,” ujar Syahrul saat dihubungi Tribunternate.com, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di Taliabu cenderung inklusif, artinya dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Syahrul mencontohkan, hasil panen perkebunan pada tahun lalu mampu memberikan peluang kerja dalam jumlah cukup besar.

Baca juga: Penyidikan Kapal Tenggelam di Halsel Berlanjut, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

“Sektor pertanian, khususnya perkebunan yang menjadi mesin utama perekonomian Taliabu, mampu menyerap banyak tenaga kerja, terutama saat panen cengkeh kemarin,” jelasnya.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja di sektor pertambangan di Maluku Utara secara umum juga turut berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan, karena memberikan pendapatan tetap setiap bulan.

“Penyerapan tenaga kerja di sektor pertambangan di Maluku Utara juga ikut mengurangi kemiskinan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved