Pemprov Malut
Program BPBL Dorong “Maluku Utara Terang”
“Alhamdulillah, yang terealisasi sebanyak 2.500 unit rumah melalui program BPBL, "kata Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Maluku Utara
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat komitmen menghadirkan pemerataan akses listrik hingga ke rumah-rumah warga kurang mampu2. Langkah ini sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden RI tentang “Indonesia Terang” serta program prioritas Gubernur Maluku Utara “Maluku Utara Terang"3. Pemprov Malut berkolaborasi Ditjen Gatrik Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) dalam Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL)
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI– Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat komitmen menghadirkan pemerataan akses listrik hingga ke rumah-rumah warga kurang mampu.
Langkah ini sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden RI tentang “Indonesia Terang” serta program prioritas Gubernur Maluku Utara “Maluku Utara Terang”.
Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai instansi teknis bidang kelistrikan, Pemprov Malut berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) dalam Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, kepada TribunTernate.com, Sabtu (14/2/2026) di Ternate, menjelaskan bahwa program BPBL tahun 2025 telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Baca juga: Pemprov Maluku Utara Luncurkan Program RTLH 2026, 1.200 Rumah Akan Dibangun dan Direhabilitasi
“Untuk tahun 2025 kita mendapat bantuan pemasangan listrik untuk 2.500 rumah dan itu sudah selesai direalisasikan. Tahun 2026 masih dalam tahap usulan ke Kementerian ESDM,” ujar Sherly.
Ia menambahkan, program tersebut bersumber dari APBN dan seluruh pengerjaan dilakukan oleh PLN sebagai pelaksana teknis.
Selain bantuan dari pusat, Pemprov Maluku Utara juga menyiapkan program lanjutan melalui APBD.
“Tahun 2026 kita rencanakan ada tambahan 500 unit rumah melalui APBD,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Maluku Utara menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pihaknya sebenarnya mengusulkan pemasangan listrik untuk 3.424 rumah.
Baca juga: Lebih dari 377 Ribu Warga Maluku Utara Masuk Penerima PBI-JKN 2026
“Alhamdulillah, yang terealisasi sebanyak 2.500 unit rumah melalui program BPBL,” katanya.
Untuk tahun 2026, Pemprov Malut menargetkan bantuan pemasangan baru listrik bagi 500 rumah melalui anggaran daerah, khususnya untuk warga yang belum pernah menikmati sambungan listrik dan masuk kategori kurang mampu.
Program BPBL ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat pembangunan desa, serta memastikan tidak ada lagi wilayah Maluku Utara yang tertinggal dalam akses energi listrik. (*)
| Pemprov Maluku Utara Percepat Digitalisasi Keuangan, KKPD Jadi Andalan Tingkatkan Transparansi |
|
|---|
| DBH hingga Tanggung Jawab Lingkungan di Maluku Utara Jadi Sorotan BAM DPR RI |
|
|---|
| Gubernur Malut Ganti Direktur RSUD Chasan Boesoirie, Rosita Alkatiri Jadi Plt |
|
|---|
| Kasus TBC Masih Tinggi, Dinkes Malut Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Target Eliminasi 2030 |
|
|---|
| Semangat Otonomi Daerah, Pemprov Maluku Utara Perkuat Komitmen Tata Kelola dan Pelayanan Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Tunjangan-DPRD-MALUT-Sherly-Laos.jpg)