Sabtu, 11 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Pemprov Maluku Utara Luncurkan Program RTLH 2026, 1.200 Rumah Akan Dibangun dan Direhabilitasi

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan sekitar 1.200 unit rumah akan dibangun atau direhabilitasi sepanjang 2026

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Sansul Sardi
PROGRAM: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos saat berbicara di sela-sela acara peluncuran RTLH perdana tahun 2026 di Kota Ternate. Peluncuran ditandai dengan penyerahan bantuan kepada Rani, warga Kelurahan Maliaro, Kota Ternate, sebagai penerima pertama program RTLH tahun ini 

Ringkasan Berita:1. Pemerintah Provinsi Maluku Utara secara resmi meluncurkan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026
2. Peluncuran simbolis dilakukan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, didampingi Wali Kota Ternate Tauhid Soleman
3.Peluncuran ditandai dengan penyerahan bantuan kepada Rani, warga Kelurahan Maliaro, Kota Ternate, sebagai penerima pertama program RTLH tahun ini

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI— Pemerintah Provinsi Maluku Utara secara resmi meluncurkan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026.

Peluncuran simbolis dilakukan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, didampingi Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadir, Kepala Dinas Perkim Musrifa Alhadar, serta jajaran terkait pada Jumat (14/2/2026).


Peluncuran ditandai dengan penyerahan bantuan kepada Rani, warga Kelurahan Maliaro, Kota Ternate, sebagai penerima pertama program RTLH tahun ini.


Kepada TribunTernate.com, Gubernur Sherly menjelaskan bahwa rumah milik Rani akan menjadi proyek perdana RTLH 2026 di Maluku Utara.

Baca juga: Lebih dari 377 Ribu Warga Maluku Utara Masuk Penerima PBI-JKN 2026


“Secara simbolis hari ini kami meluncurkan program penanganan rumah tidak layak huni kepada Ibu Rani sebagai penerima pertama di Kota Ternate,” ujarnya.


Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan sekitar 1.200 unit rumah akan dibangun atau direhabilitasi sepanjang 2026.


Rumah milik Rani akan dibongkar dan dibangun kembali menjadi rumah tipe 36 dengan fasilitas dua kamar tidur dan satu kamar mandi.


Gubernur menegaskan, program tahun ini mengalami sejumlah perbaikan berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya.


“Belajar dari pengalaman 2025, banyak hal teknis yang kami perbaiki, salah satunya desain rumah. Tahun lalu tidak ada contoh fisik, sehingga penerima tidak mengetahui hasil akhirnya,” jelasnya.


Tahun ini, pemerintah menyediakan desain standar rumah yang dicetak sehingga penerima bantuan dapat memantau kesesuaian pembangunan.


Standar rumah RTLH 2026 meliputi:
• Tampak depan diplester dan dicat
• Bagian dalam diplester tanpa cat
• Atap menggunakan bahan standar
• Lantai belum menggunakan keramik karena keterbatasan anggaran
Total anggaran pembangunan rumah baru sebesar Rp60 juta per unit. Dari jumlah tersebut:
• 10–15 persen digunakan untuk upah tukang
• Sisanya diberikan dalam bentuk material bangunan seperti bata, semen, dan kebutuhan konstruksi lainnya
Gubernur mengingatkan penerima bantuan untuk memeriksa jumlah material yang diterima sebelum menandatangani berita acara.


“Pastikan material yang diterima sesuai. Jika dalam dokumen tertulis 100 sak semen, maka harus dihitung benar-benar 100 sak,” tegasnya.


Material akan dikirim dalam dua tahap untuk mencegah kerusakan dan memudahkan penyimpanan.


Untuk sementara, atap rumah menggunakan bahan fiber berwarna biru. Pemerintah juga menetapkan standar desain yang seragam guna memudahkan pengawasan dan audit.


“Dengan standar yang jelas dan transparan, proses pengawasan akan lebih mudah,” kata Sherly.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved