Jumat, 8 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Selatan

Baru Setahun Dibeli, Speedboat Milik Dinkes Halmahera Selatan Terbengkalai

Anggaran yang digelontorkan untuk belanja 8 unit speedboat sebesar Rp 6 miliar lebih bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2024

Tayang:
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa/Kolase Tribunternate.com
PENGADAAN: Tampak speedboat Pusling Laut milik Dinkes Halmahera Selatan dibiarkan terbengkalai di pesisir pantai Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Senin (30/3/2026). 
Ringkasan Berita:1. Speedboat Pusling Laut milik Dinas Kesehatan Halmahera Selatan dibiarkan terbengkalai di pesisir pantai Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat
2. Speedboat ini dibeli OPD tersebut pada September 2024 lalu bersamaan dengan 7 unit speedboat Pusling Laut lainnya
3. Anggaran yang digelontorkan untuk belanja 8 unit speedboat sebesar Rp 6 miliar lebih bersumber DAK 2024

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Satu unit speedboat Pusling Laut milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Halmahera Selatan, Maluku Utara, dibiarkan terbengkalai di pesisir pantai Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat.

Padahal speedboat tersebut baru berusia setahun lebih. Speedboat ini dibeli OPD tersebut pada September 2024 lalu bersamaan dengan 7 unit speedboat Pusling Laut lainnya.

Anggaran yang digelontorkan untuk belanja 8 unit speedboat sebesar Rp 6 miliar lebih bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2024.

Sejumlah speedboat ini, lalu dibagikan ke beberapa Puskesmas termasuk Puskesmas Busua untuk pelayanan kesehatan antarpulau.

Baca juga: Hari Ini Harga BBM di Halmahera Selatan Belum Naik, Meski Warga Merasa Khawtir

Kepala Dinkes Halmahera Selatan, Asia Hasyim, mengklaim speedboat Pusling Laut tersebut tidak rusak. Meski begitu, ia memilih tak berkomentar lebih jauh.

"Masih jadi, nanti konfirmasi ke KPM ya, "singkat Asia melalui pesan WhtasApp, Senin (30/3/2026).

Kepala Puskesmas Busua Fadli Talib mengaku, speedboat itu sudah tidak layak digunakan. Ia menyebut kondisi perairan yang kerap berombak menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan.

PENGADAAN: Tampak speedboat Pusling Laut milik Dinkes Halmahera Selatan dibiarkan terbengkalai di pesisir pantai Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Senin (30/3/2026).
PENGADAAN: Tampak speedboat Pusling Laut milik Dinkes Halmahera Selatan dibiarkan terbengkalai di pesisir pantai Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Senin (30/3/2026). (Istimewa/Kolase Tribunternate.com)

"Speedboat itu tidak layak digunakan. Kalau musim ombak, tidak bisa dipakai karena berisiko tenggelam, "ujar Fadli.

Ia juga menceritakan pengalaman mereka menggunakan speedboat tersebut kegiatan pelayanan keliling atau Pusling.

Dalam perjalanan dari Busua ke desa tetangga, speedboat hampir tenggelam gelombang tinggi.

Baca juga: Harga Hasil Bumi Unggulan di Halmahera Selatan Hari Ini: Kopra Anjlok, Pala Rp 90 Ribu per Kilogram

"Akhirnya sebagian pegawai Puskesmas kembali menggunakan perahu lain, sementara motoris tetap membawa speedboat itu pulang,” tuturnya.

Fadli juga mengungkapkan bahwa anggaran dari speeboat tersebut Puslin Laut yang diberikan ke Puskesmas Busua, sebesar Rp1 miliar. 

"Kami sudah menyampaikan kondisi speedboat kepada dinas terkait. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved