Rabu, 22 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

DPRD Maluku Utara

SMAN 5 Halmahera Barat Kekurangan Air Bersih dan Guru Seni Budaya

"Sejumlah fasilitas utama SMAN 5 Halmahera Barat sudah tidak layak, ruang kelas dan bangunan lainnya membutuhkan renovasi, "kata Muhajirin Bailussy

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Sansul Sardi
TEMUAN: Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara Muhajirin Bailussy pada sebuah kesempatan belum lama ini. Ia mengatakan, sejumlah fasilitas utama SMAN 5 Halmahera Barat sudah tidak layak, ruang kelas dan bangunan lainnya membutuhkan renovasi 

Ringkasan Berita:1. Kondisi SMA Negeri 5 Halmahera Barat menjadi sorotan serius DPRD Maluku Utara
2. Sekolah ini dilaporkan masih mengalami berbagai keterbatasan, mulai dari infrastruktur hingga kekurangan tenaga pengajar
3. Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara Muhajirin Bailussy mengungkapkan hal tersebut usai melakukan pemantauan langsung ke lokasi

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Kondisi SMA Negeri 5 Halmahera Barat menjadi sorotan serius DPRD Maluku Utara.

Sekolah ini dilaporkan masih mengalami berbagai keterbatasan, mulai dari infrastruktur hingga kekurangan tenaga pengajar.

Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara Muhajirin Bailussy mengungkapkan hal tersebut usai melakukan pemantauan langsung ke lokasi, Rabu (1/4/2026).

"Hasil pemantauan kami menunjukan bahwa kondisi sekolah membutuhkan penanganan serius dan bertahap, "ujarnya.

Baca juga: 1.936 Peserta Terdaftar dalam Seleksi Anggota Polri 2026 di Polda Maluku Utara

Menurutnya, sejumlah fasilitas utama di sekolah tersebut sudah tidak layak.

Ruang kelas dan bangunan lainnya membutuhkan renovasi, bahkan sebagian perlu dibangun ulang.

Selain itu, sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar juga masih sangat terbatas.

TEMUAN: Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara Muhajirin Bailussy pada sebuah kesempatan belum lama ini.
TEMUAN: Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara Muhajirin Bailussy pada sebuah kesempatan belum lama ini. (TribunTernate.com/Sansul Sardi)

Persoalan yang paling mendasar, lanjut Muhajirin, adalah belum tersedianya akses air bersih di lingkungan sekolah.

Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar sehari-hari.

Di sisi lain, sekolah juga belum memiliki pagar yang memadai, sehingga aspek keamanan masih menjadi perhatian.

Tak hanya infrastruktur, kekurangan tenaga pengajar juga menjadi persoalan serius.

Sekolah tersebut hingga kini belum memiliki guru seni budaya serta beberapa guru mata pelajaran lainnya.

"Atas berbagai temuan ini, kami meminta pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar memberikan perhatian serius, terutama dalam perencanaan anggaran tahun depan, "tegas Muhajirin Bailussy.

Sementara itu Koordinator Komisi IV DPRD Maluku Utara Kuntu Daun menambahkan, kondisi fisik bangunan sekolah juga kerap dikeluhkan oleh guru dan siswa.

"Atap sekolah sudah rusak dan sering bocor saat musim hujan, "ungkap Kuntu Daud.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved