Gempa di Malut
BMKG Catat 35 Gempa Susulan, Warga Ternate dan Halbar Diminta Evakuasi Mandiri
BMKG mencatat 35 gempa susulan pasca gempa utama M7,6 yang mengguncang Maluku Utara dan Sulawesi Utara
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- BMKG mencatat 35 gempa susulan pasca gempa utama M7,6 yang mengguncang Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
- Status siaga tsunami diberlakukan, dengan ketinggian gelombang terukur hingga 0,75 meter di Sulawesi Utara dan sekitar 0,3 meter di Maluku Utara.
- Warga pesisir, khususnya di Ternate dan Halmahera Barat, diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate di Kelurahan Ubo-Ubo, Kecamatan Ternate Selatan, mencatat adanya 35 gempa susulan usai magnitudo 7,6, Kamis (2/4/2026) pagi.
Berdasarkan rilis resmi BMKG pada pukul 05.56.18 WIB, gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur atau sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 62 kilometer.
BMKG kemudian mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, disertai peta prakiraan tinggi muka laut maksimum.
Baca juga: Update BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,6 di Malut-Sulut Berakhir
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Hermizal, menyampaikan hingga saat ini pihaknya sudah mencatat ada 35 gempa dengan skala mulai 3,5 magnitudo.
Ia menjelaskan, dengan status tersebut BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami tingkat tiga dan menetapkan status siaga untuk wilayah Maluku Utara.
“Kita sudah keluarkan status siaga tsunami kepada masyarakat di Maluku Utara,” kata Hermizal saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (2/4/2026).
Hal itu karena dari pengamatan BMKG tsunami sudah tercatat mencapai daratan dengan ketinggian di Maluku Utara berkisar 0,29 hingga 0,31 meter, wilayah Halmahera sekitar 0,30 meter, dan di Sulawesi Utara tertinggi mencapai 0,75 meter.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, agar segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi dan tetap berada di lokasi aman,” katanya.
Untuk wilayah Maluku Utara yang paling terdapat yakni Pulau Batang Dua, Kota Ternate dan Halmahera Barat.
Baca juga: Wakil Ketua Komisi Yudisial Kuliah Umum di FH Unkhair Ternate, Soroti Peran Hakim Non Karier
“Saat ini kami juga imbau agar masyarakat bisa melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman,” tuturnya.
Hingga pukul 11.19 WIT, peringatan dini tsunami masih belum dicabut. BMKG juga mencatat telah terjadi sebanyak 35 kali gempa susulan pasca gempa utama.
BMKG terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan keselamatan masyarakat. (*)
| Update Gempa M 7,6: Rumah dan Gereja Rusak, Pemkot Ternate Dirikan Posko Darurat |
|
|---|
| Gempa Berpotensi Tsunami, BMKG Tetapkan Status Siaga di Ternate dan Sejumlah Wilayah Malut-Sulut |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Gempa M7,6 Guncang Malut-Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami |
|
|---|
| Gempa Hari Ini 10 Oktober 2025 : Magnitudo 3,1 Guncang Halmahera Barat Usai Gempa 2,3 SR Semalam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/PMG-BMKG-Stasiun-Geofisika-Kelas-III-Ternate-Hermizal.jpg)