Pemprov Malut
Gempa M 7,6, BPBD Malut: Kerusakan Terdata di Ternate, Tidore hingga Halteng
Kepala BPBD Maluku Utara, Fheby Alting, menyampaikan laporan perkembangan gempa bumi yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026)
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Kepala BPBD Maluku Utara, Fheby Alting, menyampaikan laporan perkembangan gempa bumi yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026).
- Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 tersebut terjadi pada kedalaman 33 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara.
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI — Kepala BPBD Maluku Utara, Fheby Alting, menyampaikan laporan perkembangan gempa bumi yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026).
Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 tersebut terjadi pada kedalaman 33 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara.
Dalam keterangan yang diterima Tribun Ternate.com per Jumat (3/4/2026), tim BPBD bersama instansi terkait masih terus mendata dan memantau di lapangan. Proses asesmen dampak masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan kondisi riil pascagempa.
Baca juga: Musrenbang Halut 2027, Muhammad Sarmin: Wadah Satukan Arah Pembangunan Daerah
Kota Ternate menjadi salah satu daerah dengan dampak cukup signifikan. Sejumlah kelurahan mengalami kerusakan bangunan, mulai dari rumah warga hingga tempat ibadah. Warga juga evakuasi mandiri demi keselamatan. Di Kota Tidore Kepulauan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka. Namun, sebagian warga pesisir memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kerusakan yang terjadi umumnya tergolong ringan, termasuk pada beberapa rumah dan fasilitas umum seperti pelabuhan speedboat.
Sementara itu, di Kabupaten Halmahera Barat, sempat terdeteksi gelombang tsunami kecil setinggi 0,30 hingga 0,35 meter di wilayah Sidangoli. Warga pesisir sempat mengungsi, namun kini telah kembali ke rumah masing-masing. Kerusakan yang tercatat didominasi kategori ringan.
Baca juga: Wali Kota Tidore Tinjau Dampak Gempa M 7,6 di Oba, Puluhan Rumah Rusak
Di Kabupaten Halmahera Tengah, kerusakan tersebar di tujuh desa pada empat kecamatan, dengan variasi kerusakan mulai dari ringan hingga berat. Pendataan lanjutan masih terus dilakukan. Untuk Kabupaten Halmahera Utara, kerusakan dilaporkan terjadi di Desa Baringin Agung, Kecamatan Kao Barat. Warga setempat juga melakukan evakuasi mandiri, sementara proses pendataan masih berjalan.
Di Kabupaten Halmahera Selatan, kerusakan meliputi rumah warga dan satu bangunan sekolah dengan kategori sedang. Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti Halmahera Timur, Pulau Morotai, Kepulauan Sula, dan Taliabu masih menunggu konfirmasi resmi terkait dampak gempa.
Pemerintah daerah juga tengah mendata kondisi sarana vital, meliputi jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga pasar. BPBD Maluku Utara menegaskan bahwa laporan ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan. (*)
| Pemprov Maluku Utara Mulai Perampingan OPD, Fokus Efisiensi dan Reformasi Birokrasi |
|
|---|
| Dibayangi Aturan 30 Persen, Nasib 4.146 PPPK Maluku Utara Terancam |
|
|---|
| Tiket Mahal Jadi Penghambat, Gubernur Maluku Utara Dorong Terobosan Akses Wisata Indonesia Timur |
|
|---|
| Komisi XII DPR RI Soroti Tambang Malut, Lingkungan dan CSR Jadi Fokus |
|
|---|
| Rp 2,9 Triliun Diusulkan untuk Percepat Pembangunan Sofifi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Fehby-Alting-Gempa-M76.jpg)