Konflik di Halmahera Tengah
Pascakonflik Halteng: Pemulihan Dimulai, TNI - Polri dan Pemda Kedepankan Pendekatan Humanis
Pemulihan situasi di Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah pasca bentrok mulai dilakukan pemerintah daerah
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe bersama aparat TNI-Polri dan Pemda Halteng meninjau lokasi pascabentrokan di Weda Utara.
- Peninjauan dilakukan untuk memastikan keamanan, meredam konflik lanjutan, serta mengajak masyarakat mengedepankan dialog dan tidak terprovokasi.
- Situasi di Weda Utara mulai berangsur kondusif, dengan aktivitas warga kembali normal di bawah pengawasan aparat keamanan.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Pemulihan situasi di Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah pasca bentrok mulai dilakukan pemerintah kabupatan Halmahera Tengah dan Pemprov Maluku Utara.
Pemulihan ini dipimpin langsung Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe, Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun, Danrem 152 Baabullah Ternate, Brigjen TNI Enoh Solehudin, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malam Sangadji dan seluruh tokoh masyarakat.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi wilayah kembali kondusif sekaligus meredam potensi konflik lanjutan.
Baca juga: Konflik di Halmahera Tengah, Gubernur Malut Sherly Laos Utus Sarbin Sehe Temui Warga dan Buka Dialog
Rombongan meninjau sejumlah wilayah terdampak konflik dengan menyisir beberapa titik rawan.
Peninjauan ini untuk memastikan kondisi keamanan di lapangan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Rombongan pun melakukan tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa.
Mereka mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan dialog sebagai jalan penyelesaian konflik.
Brigjen Pol Stephen M Napiun menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk menjaga persatuan.
Ia mengingatkan bahwa konflik tidak hanya merugikan kedua belah pihak, tetapi juga mengganggu stabilitas sosial dan aktivitas masyarakat secara luas.
“Pendekatan humanis yang kita lakukan ini ditunjukkan dalam kegiatan tersebut. Aparat tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penyejuk suasana dengan mengedepankan komunikasi persuasif kepada masyarakat,” kata Brigjen Pol Stephen M Napiun saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (4/4/2026).
Hingga saat ini, situasi di Kecamatan Weda Utara mulai berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan gabungan.
Melalui kunjungan ini, pemerintah daerah bersama aparat keamanan berharap semangat cinta damai dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga konflik serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
“Harapannya dengan kehadiran pemda ditengah masyarakat ini bisa membawa kebaikan dan memastikan kondisi masyarakat dengan aman dan baik,” pungkasnya.
Kronologi dan motif konflik
Diketahui saat ini terjadi bentrok antara dua kelompok warga di Kecamatan Patani, Halmahera Tengah, Jumat (3/4/2026).
Konflik ini diduga bermula dari seorang kakek bernama Ali Abas (65), warga dari salah satu desa yang ditemukan meninggal di kebunnya, Kamis (2/4/2026).
| Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kematian Tak Wajar di Halmahera Tengah |
|
|---|
| Mahasiswa Gelar Aksi di Kantor DPRD Malut, Desak Usut Kasus Kematian di Halteng |
|
|---|
| Warga Patani Barat Halmahera Tengah Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Keadilan atas Tewasnya Kakek Ali Daud |
|
|---|
| Gubernur Malut Dorong Pemulihan dan Jamin Akses Pendidikan Warga Sibenpopo-Banemo Halmahera Tengah |
|
|---|
| Tangis Haru Warnai Perdamaian Warga Sibenpopo dan Banemo di Halmahera Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/wagub-malut-konflik-halteng.jpg)