Rabu, 29 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Konflik di Halmahera Tengah

Bentrok di Halmahera Tengah, 250 Polisi dan TNI Jaga Perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo

Kehadiran mereka untuk meredam bentrok antarwarga dari dua desa bertetangga tersebut yang terjadi Jumat (3/4/2026) pagi.

|
Dok: Biro Adpim Setda Pemprov Malut
HALTENG - Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe bersama Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun, Danrem 152 Baabullah Ternate Brigjen TNI Enoh Solehudin dan Bupati Halmahera Tengah Ikram Malam Sangadji menemui warga pascabentrok di Patani, Halteng, Sabtu (4/4/2026). Sehari sebelumnya atau Jumat (3/4/2026), terjadi bentrok antarwarga yang dipicu ditemukan jasad seorang kakek di kebunnya. 
Ringkasan Berita:1. Sebanyak 250 polisi dan TNI disiagakan di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Kabupaten Halmahera Tengah, Malut
2. Wakapolda Malut Brigjen Pol Stephen M Napiun bersama Wagub Malut Sarbin Sehe dan Danrem 152 Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin telah berada di lokasi kerusuhan sejak kemarin
3. Sementara dilakukan mediasi melibatkan warga yang bertikai.

 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebanyak 250 polisi dan TNI telah dikerahkan ke perbatasan Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). 

Kehadiran mereka untuk meredam bentrok antarwarga dari dua desa bertetangga tersebut yang terjadi Jumat (3/4/2026) pagi.

"Kami berharap situasinya segera reda. Kami berharap juga masyarakat bersama-sama membantu menjaga keamanan dan perdamaian," ujar Wakapolda Maluku Utara Brigjen Polisi Stephen M Napiun, Sabtu (4/4/2026).

Stephen Napiun telah berada di lokasi kejadian sejak kemarin.

Selain Wakapolda Malut, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe bersama Komandan Korem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin juga sudah tiba di Halteng sejak kemarin. 

Kehadiran mereka tersebut untuk memediasi warga yang terlibat bentrok. 

"Untuk mencegah kerusuhan tidak meluas ke wilayah lain, pengaman dari polisi dan TNI telah ditingkatkan dan diperketat secara signifikan," tegas jenderal bintang satu ini. 

Kronologis Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunternate.com, bentrok antarwarga tersebut terjadi di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Kabupaten Halmahera Tengah, Jumat (3/4/2026) pagi

Bentrokan ini dilaporkan mengakibatkan satu orang meninggal.

Sejumlah rumah warga hangus dibakar oleh massa yang tersulut emosi. 

Konflik tersebut bermula ditemukan jasad seorang kakek bernama Ali Abas (65) di kebunnya pada Kamis (2/4/2026).

Keluarga korban curiga Ali Abas meninggal dibunuh.

Alasannya, terlihat luka diduga akibat benda tajam di tubuh korban.

Berselang beberapa jam kemudian, sejumlah warga dari desa berbeda terlibat saling serang. 

Beberapa warga yang terlibat bentrok membawa parang dan tombak serta benda berbahaya lainnya.

Dalam insiden itu, massa yang tersulut emosi membakar beberapa fasilitas umum. Termasuk pos polisi setempat. 

Saat berita ini dibuat, Sabtu (4/4/2026) sore, situasi di lokasi kerusuhan berangsur mulai terkendali. 

Pernyataan Sherly Laos

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengaku telah menerima laporan berkait kerusuhan di Halamhera Tengah.

Ia pun menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Malut mendorong penyelesaian melalui pendekatan dialogis serta penegakan hukum yang adil.

Sherly Laos menekankan bahwa setiap persoalan pada dasarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati.

Ia juga mendorong keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah dalam membangun kembali kepercayaan antarwarga.

Menurutnya, kehadiran Wakil Gubernur dan Wakapolda di lokasi merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan bahwa penanganan situasi berjalan secara tenang, terukur, dan berimbang.

“Kehadiran pemerintah dan aparat di lapangan adalah untuk menenangkan, melindungi, dan memastikan situasi tidak berkembang lebih jauh,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved