Konflik di Halmahera Tengah
Bentrok di Halmahera Tengah, 250 Polisi dan TNI Jaga Perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo
Kehadiran mereka untuk meredam bentrok antarwarga dari dua desa bertetangga tersebut yang terjadi Jumat (3/4/2026) pagi.
Ringkasan Berita:1. Sebanyak 250 polisi dan TNI disiagakan di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Kabupaten Halmahera Tengah, Malut2. Wakapolda Malut Brigjen Pol Stephen M Napiun bersama Wagub Malut Sarbin Sehe dan Danrem 152 Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin telah berada di lokasi kerusuhan sejak kemarin3. Sementara dilakukan mediasi melibatkan warga yang bertikai.
TRIBUNTERNATE.COM - Sebanyak 250 polisi dan TNI telah dikerahkan ke perbatasan Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).
Kehadiran mereka untuk meredam bentrok antarwarga dari dua desa bertetangga tersebut yang terjadi Jumat (3/4/2026) pagi.
"Kami berharap situasinya segera reda. Kami berharap juga masyarakat bersama-sama membantu menjaga keamanan dan perdamaian," ujar Wakapolda Maluku Utara Brigjen Polisi Stephen M Napiun, Sabtu (4/4/2026).
Stephen Napiun telah berada di lokasi kejadian sejak kemarin.
Selain Wakapolda Malut, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe bersama Komandan Korem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin juga sudah tiba di Halteng sejak kemarin.
Kehadiran mereka tersebut untuk memediasi warga yang terlibat bentrok.
"Untuk mencegah kerusuhan tidak meluas ke wilayah lain, pengaman dari polisi dan TNI telah ditingkatkan dan diperketat secara signifikan," tegas jenderal bintang satu ini.
Kronologis Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunternate.com, bentrok antarwarga tersebut terjadi di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Kabupaten Halmahera Tengah, Jumat (3/4/2026) pagi
Bentrokan ini dilaporkan mengakibatkan satu orang meninggal.
Sejumlah rumah warga hangus dibakar oleh massa yang tersulut emosi.
Konflik tersebut bermula ditemukan jasad seorang kakek bernama Ali Abas (65) di kebunnya pada Kamis (2/4/2026).
Keluarga korban curiga Ali Abas meninggal dibunuh.
Alasannya, terlihat luka diduga akibat benda tajam di tubuh korban.
Berselang beberapa jam kemudian, sejumlah warga dari desa berbeda terlibat saling serang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/wagub-malut-konflik-halteng.jpg)