Rabu, 6 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gunung Dukono Erupsi

Hari Ini Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi, Kolom Abu Capai 1.600 Meter: Status Waspada

Pos Pengamatan Gunung Api Dukono mencatat tinggi kolom abu teramati ± 1.600 m di atas puncak (± 2.687 m di atas permukaan laut)

Tayang:
Editor: Munawir Taoeda
Istimewa/Kolase Tribunternate.com
VULKANIK: Gunung Dukono di Halmahera Utara erupsi hari ini, Minggu (5/4/2026). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut 
Ringkasan Berita:1. Telah terjadi erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (5/4/2026) pukul 08:33 WIT
2. Pos Pengamatan Gunung Api Dukono mencatat tinggi kolom abu teramati ± 1.600 m di atas puncak (± 2.687 m di atas permukaan laut)
3. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Telah terjadi erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (5/4/2026) pukul 08:33 WIT.

KESDM, Badan Geologi, PVMBG, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono mencatat tinggi kolom abu teramati ± 1.600 m di atas puncak (± 2.687 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo mazimum 28 mm dan surasi 166.67 detik.

Baca juga: PVMBG: Gunung Dukono di Halut Erupsi, Abu Vulkanik Mengarah ke Utara

Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat

Saat ini G Unung Dukono berada pada Status Level II (Waspada), dengan rekomendasi:

1. Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.

VULKANIK: Gunung Dukono di Halmahera Utara erupsi hari ini, Minggu (5/4/2026)
VULKANIK: Gunung Dukono di Halmahera Utara erupsi hari ini, Minggu (5/4/2026) (Istimewa/Kolase Tribunternate.com)

2. Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin.

Sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut, untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Gunung Dukono adalah

Gunung Dukono merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara

Gunung dengan ketinggian sekitar 1.335 mdpl ini terus meletus secara periodik sejak tahun 1933, sering mengeluarkan abu vulkanik tebal dan awan panas, serta menjadi destinasi pendakian populer yang menantang. 

Berikut poin-poin penting mengenai Gunung Dukono:

Aktivitas vulkanik tinggi: Gunung Dukono tercatat meletus terus-menerus (aktif terus) dengan letusan strombolian yang menyemburkan abu, pasir, dan bom lava dari kawah Malupang Warirang.

Status terkini: Per April 2026, gunung ini berstatus Level II (Waspada). PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas atau mendekati kawah dalam radius 3-4 km.

Lokasi dan pendakian: Terletak di Halmahera Utara, jalur pendakian umumnya dimulai dari Desa Mamuya.

Baca juga: Hujan Abu Gunung Dukono, Warga Halmahera Utara Diimbau Pakai Masker

Pendaki sering disuguhkan pemandangan kawah aktif dan lanskap vulkanik, seperti yang sering diulas di Menelusuri Keindahan dan Keunikan Gunung Dukono di Maluku.

Letusan bersejarah: Salah satu letusan besarnya terjadi pada tahun 1550, yang aliran lavanya menimbun selat antara Halmahera dan kerucut utara Gunung Mamuya. 

Penting untuk selalu memantau informasi dari PVMBG dan mengikuti arahan pemandu lokal karena aktivitas erupsi yang sering terjadi. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved