Selasa, 2 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Bentrok di Halmahera Tengah

Bentrok 2 Desa di Halmahera Tengah, Ini Kronologis Lengkap Versi Polisi

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto membantah keras bahwa bentrok yang terjadi ini berkaitan dengan unsur SARA

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Dok Humas Pemprov Maluku Utara
BENTROK: Foto bersama. Pertemuan tokoh agama dipimpin Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe yang didampingi Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun dan Danrem 152 Baabullah Ternate Brigjen TNI Enoh Solehudin, Minggu (5/4/2026) 

AKBP Fiat Dedawanto menambahkan, bentrok murni merupakan tawuran antar-kelompok warga desa.

Dan ia membantah keras isu yang beredar bahwa bentrok berkaitan dengan unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan).

"Kami tegaskan kejadian ini bukan masalah SARA, melainkan tawuran antar-kelompok."

"Data yang kami peroleh menunjukan, dari 650 jiwa warga di Desa Sebenpopo, terdapat 15 warga Muslim di sana."

"Jadi jangan mudah terprovokasi isu yang belum tentu benar, "tegas AKBP Fiat Dedawanto.

Pemerintah daerah baik Provinsi maupun kabupaten telah berada di lokasi untuk menenangkan warga.

Fokus utama saat ini adalah mengusut tuntas pelaku di balik kematian Ali Abas yang menjadi pemantik kerusuhan.

"Kami telah membentuk tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Maluku Utara dan Satreskrim Polres Halmahera Tengah untuk mencari siapa dalang dibalik konflik, "tambah Kapolres.

Kondisi terkini dan upaya pemulihan

Hingga saat ini, pihaknya telah melakukan penyisiran di kedua desa dan menyita ratusan senjata tajam (kondisi di lapangan mulai kondusif).

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Tengah Ikram M Sangadji, Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M. Napiun serta Danrem 152/Babullah Ternate Brigjen TNI Enoh Solehudin bersama tokoh masyarakat setempat tengah melakukan upaya pencegahan dan mediasi.

Fokus awal kepolisian adalah pemulihan situasi agar masyarakat merasa aman untuk kembali ke rumah masing-masing.

Polres Halmahera Tengah telah menyiagakan personel di 4 titik pos pengamanan:

  • Pos di masing-masing dua desa yang bertikai
  • Pos di wilayah perbatasan desa
  • Pos di lokasi pengungsian

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum tentu benar," tutup AKBP Fiat Dedawanto.

Kronologi kejadian berdasarkan data lapangan

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved