Bentrok di Halmahera Tengah
Bentrok 2 Desa di Halmahera Tengah, Ini Kronologis Lengkap Versi Polisi
Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto membantah keras bahwa bentrok yang terjadi ini berkaitan dengan unsur SARA
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto angkat bicara mengenai bentrok 2 kelompok warga 2 desa di Kecamatan Patani yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) kemarin
2. Ia juga membantah keras isu yang beredar bahwa bentrok berkaitan dengan unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan)
3. AKBP Fiat Dedawanto: "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum tentu benar"
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto angkat bicara mengenai bentrok 2 kelompok warga 2 desa di Kecamatan Patani yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) kemarin.
Kedua kelompok warga dari dua desa berbeda tersebut saling serang menggunakan senjata tajam seperti parang, tombak hingga senapan angin.
Bentrokan berlangsung sejak pagi dan mencapai puncaknya pada siang hari.
Aparat gabungan dari Polres Halmahera Tengah dan TNI dari Kodim 1512/Weda dikerahkan untuk membubarkan massa.
Baca juga: Polres Halmahera Timur Gelar Deklarasi Damai, Perkuat Toleransi dan Cegah Konflik Sosial
Tapi situasi sempat sulit dikendalikan akibat tingginya emosi massa.
Bentrokan tersebut bahkan berujung pada aksi pembakaran rumah warga di Desa Sebenpopo.
Akibatnya warga setempat terpaksa keluar untuk mencari perlindungan dan mengungsi ke tempat lebih aman.
Polda Maluku Utara telah mengerahkan personel Brimob dan Sabhara dengan dukungan personel TNI ke lokasi untuk membubarkan massa.
AKBP Fiat Dedawanto mengatakan, bentrok seharusnya tidak perlu terjadi. Emosi warga memuncak dipicu oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Pemicu bentrok
Bentrok disinyalir bermula dari penemuan jasad seorang kakek bernama Ali Abas (65), warga Desa Banemo di kebunnya pada Kamis (2/4/2026).
"Berdasarkan temuan tersebut, warta di desa itu terbawa suasana dan termakan informasi yang belum pasti sehingga timbul kemarahan, "ujar AKBP Fiat Dedawanto saat dikonfirmasi Tribunternate.com via ponsel, Minggu (5/4/2026).
Kondisi tersebut memicu warga melakukan tindakan anarkis, yang berujung pada bentrok yang terjadi beberapa hari kemarin.
Meski bentrok sempat diredam, namun karena emosi, beberapa fasilitas umum dirusak dan terdapat korban luka-luka.
Bukan isu SARA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/kronologi-versi-Polisi-atas-bentrok-2-desa-di-Halmahera-tengah.jpg)