Pemprov Malut
Pemprov Malut Perkuat Sinergi Wujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kabupaten/kota layak anak melalui penguatan sinergi
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen mewujudkan kabupaten/kota layak anak.
- Kepala DP3A Maluku Utara, Hairiah, menekankan bahwa keberhasilan program KLA tidak hanya dilihat dari dokumen, tetapi dari dampak nyata terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak di daerah.
- Pemprov Malut mendorong seluruh peserta untuk menyusun rencana aksi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menjadi agen perubahan agar kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak.
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI — Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen mewujudkan kabupaten/kota layak anak (KLA) melalui penguatan sinergi dan tindak lanjut nyata pasca pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) KLA tahun 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku Utara, Hairiah, saat menutup Bimtek KLA di Ternate, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan yang digelar pada 8 hingga 10 April 2026 ini, diikuti perwakilan pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, lembaga non-pemerintah, media, serta dunia usaha.
Baca juga: 19 KK Terdampak Gempa di Ternate Terima Santunan Baznas
Dalam sambutannya, Hairiah menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar forum pertemuan, tetapi menjadi momentum penting untuk menyatukan komitmen dan memperkuat kapasitas dalam pemenuhan hak serta perlindungan anak di Maluku Utara.
“Selama tiga hari ini, kita tidak hanya berkumpul secara fisik, tetapi juga menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen dalam upaya pemenuhan hak anak,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program Kabupaten/Kota Layak Anak tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen atau hasil penilaian, melainkan dari sejauh mana kebijakan yang dihasilkan mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan anak-anak.
Menurutnya, partisipasi aktif peserta selama kegiatan menunjukkan adanya semangat bersama untuk menjadikan anak sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Namun demikian, Hairiah mengingatkan bahwa kegiatan bimtek ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja nyata yang harus segera ditindaklanjuti di masing-masing daerah.
Ia meminta seluruh peserta untuk menyusun rencana aksi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan ketersediaan data dukung yang berkualitas sebagai dasar penilaian KLA.
“Tantangan ke depan tidak ringan. Untuk meningkatkan predikat KLA dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong seluruh peserta agar menjadi agen perubahan di daerah masing-masing, dengan memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Pemprov Maluku Utara optimistis, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, upaya mewujudkan daerah layak anak dapat tercapai secara berkelanjutan.
Baca juga: Buron Setahun, 2 Tersangka Tambang Ilegal di Halmahera Utara Resmi Masuk DPO
Mengakhiri sambutannya, Hairiah secara resmi menutup kegiatan Bimtek KLA 2026 dan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Maluku Utara.
“Ini bukan sekadar soal meraih predikat, tetapi bagaimana kita benar-benar menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi setiap anak,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat segera mengimplementasikan hasil bimtek di daerah masing-masing demi terwujudnya Maluku Utara yang ramah dan layak bagi anak. (*)
| Gubernur Malut: Stop Copy Paste, Program Harus Berdampak Nyata |
|
|---|
| Daftar 15 SMK di Maluku Utara Diusulkan Menjadi BLUD, Ini Tujuannya |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Mulai Perampingan OPD, Fokus Efisiensi dan Reformasi Birokrasi |
|
|---|
| Dibayangi Aturan 30 Persen, Nasib 4.146 PPPK Maluku Utara Terancam |
|
|---|
| Tiket Mahal Jadi Penghambat, Gubernur Maluku Utara Dorong Terobosan Akses Wisata Indonesia Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/dp3a-malut-program-kerja.jpg)