Pemkot Tidore
Peluncuran SALUMA, Langkah Baru Kebangkitan Musik dan Budaya Tidore
Sound of Spices “SALUMA” resmi diluncurkan di Tidore sebagai wadah kreativitas anak muda dalam melestarikan budaya
Ringkasan Berita:
- Sound of Spices “SALUMA” resmi diluncurkan di Tidore sebagai wadah kreativitas anak muda dalam melestarikan budaya.
- Ahmad Laiman menekankan pentingnya inovasi berbasis budaya, sementara Syamsuddin Abd Kadir menyebut SALUMA sebagai simbol kekayaan budaya Maluku Utara yang diharapkan mampu dikenal hingga tingkat nasional dan internasional.
TRIBUNTERNATE.COM – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menegaskan bahwa generasi muda Tidore tidak akan pernah berhenti berinovasi dalam mengekspresikan jati diri budaya daerah.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran Sound of Spices “SALUMA” yang berlangsung di Open Space Tidore, Jumat (10/4/2026) malam.
Menurut Ahmad Laiman, di tengah perkembangan zaman yang semakin maju, ruang kreativitas bagi anak muda semakin terbuka luas. Namun demikian, generasi muda Tidore tetap mampu menjaga identitas budaya melalui berbagai karya, mulai dari musik, kuliner, tarian, kerajinan hingga konten kreatif.
Baca juga: Ramalan Shio Monyet, Ayam, Anjing, Babi Besok Selasa 14 April 2026: Karier, Cinta, Nomor Hoki
“SALUMA hadir sebagai representasi dari musik dan budaya yang kental sebagai orang Tidore,” ujarnya dalam rilis yang diterima TribunTernate.com.
Ia juga mengapresiasi kerja keras para seniman serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, yang telah memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas anak muda.
Ahmad Laiman berharap, kehadiran SALUMA dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam melestarikan budaya agar tidak tergerus modernisasi, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abd Kadir, menyampaikan bahwa Maluku Utara merupakan daerah yang kaya akan sejarah dan budaya, mulai dari jejak kerajaan hingga tradisi musik dan tarian yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, SALUMA menjadi simbol suara budaya Maluku Utara yang merepresentasikan harmoni antara masa lalu dan masa depan.
“Kita tidak hanya sekadar mendengarkan musik, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa budaya adalah napas kehidupan, pengikat persaudaraan dan sumber inspirasi bagi generasi muda,” ungkapnya.
Baca juga: Soroti Proyek di Malut Dikuasai Pengusaha Luar, Bahlil Lahadalia : Saya Sedih
Ia juga menegaskan bahwa dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana merupakan bukti kehadiran negara dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Maluku Utara semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional sebagai daerah yang kaya akan kreativitas dan budaya.
Kegiatan peluncuran Sound of Spices “SALUMA” ditutup dengan penampilan dari Sanggar DD Acoustic, serta prosesi pemukulan tifa oleh Sekda Maluku Utara bersama Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan sebagai tanda peluncuran. (*)
| Revitalisasi Bahasa Tidore, Balai Bahasa Gelar Bimtek untuk Guru SD dan SMP |
|
|---|
| Ritual Lufu Kie Warnai HUT ke-918 Tidore, Ahmad Laiman Ikut Berlayar |
|
|---|
| BPK Apresiasi Kinerja Keuangan Pemkot Tidore, Progres Tindak Lanjut Tembus 77,60 Persen |
|
|---|
| Wali Kota Tidore Tinjau Dampak Gempa M 7,6 di Oba, Puluhan Rumah Rusak |
|
|---|
| Muhammad Sinen Ajak Warga Tidore Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi Hoaks |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/peluncuran-saluma.jpg)