Rabu, 15 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gempa di Malut

Pemkot Ternate Pertimbangkan Perpanjang Status Tanggap Darurat Gempa

Meskipun gempa utama m7,6 telah berlalu, potensi gempa susulan masih ada dalam dua hingga tiga minggu ke depan meski intensitasnya terus menurun

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com
SIAGA: Sekkot Ternate Rizal Marsaoly. Pihaknya mempertimbangkan memperpanjang status tanggap darurat gempa yang terjadi di Kecamatan Batang Dua 
Ringkasan Berita:1. Sekkot Ternate Rizal Marsaoly menegaskan pihaknya akan segera mengevaluasi masa tanggap darurat bencana gempa di Kecamatan Batang Dua
2. Pemkot Ternate akan menggelar rapat lanjutan pada Selasa, 14 April 2026 untuk menentukan apakah masa tanggap darurat diakhiri atau diperpanjang
3. Meskipun gempa utama magnitudo 7,6 telah berlalu, potensi gempa susulan masih ada dalam dua hingga tiga minggu ke depan

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Sekkot Ternate, Maluku Utara, Rizal Marsaoly menegaskan pihaknya akan segera mengevaluasi masa tanggap darurat bencana gempa di Kecamatan Batang Dua.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi (Rakor) bersama BMKG dan Pemprov Maluku Utara, Senin (13/4/2026).

Rizal yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Posko Penanggulangan Bencana menjelaskan, pihaknya akan menggelar rapat lanjutan pada 14 April 2026 untuk menentukan apakah masa tanggap darurat diakhiri atau diperpanjang.

"14 April 2026, kami akan melaksanakan rapat dengan mempertimbangkan berbagai informasi yang telah dihimpun, termasuk hasil tinjauan lapangan."

Baca juga: 19 KK Terdampak Gempa di Ternate Terima Santunan Baznas

"Dari situ akan diputuskan apakah masa tanggap darurat berakhir pada 15 April atau diperpanjang selama 14 hari ke depan, "ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi di lokasi pengungsian saat ini relatif masih terkendali.

Jarak antara posko pengungsian dan rumah warga juga tidak terlalu jauh, sehingga sebagian masyarakat masih dapat memanfaatkan fasilitas di rumah masing-masing.

"Bagi warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi pengungsian, mereka masih bisa memanfaatkan fasilitas MCK di rumah, tentu dengan tetap waspada, "jelasnya.

Menurut Rizal, meskipun gempa utama magnitudo 7,6 telah berlalu, potensi gempa susulan masih ada dalam dua hingga tiga minggu ke depan, meski intensitasnya terus menurun.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tidak lengah dalam menghadapi situasi yang masih berpotensi terjadi.

Baca juga: Siswa SMAN 11 Ternate di Kecamatan Batang Dua Bersiap Ujian di Tengah Trauma Gempa

Terkait fasilitas MCK di pengungsian, pemerintah masih melakukan penyesuaian dengan melihat kondisi rumah warga yang sebagian masih layak digunakan.

"Rata-rata warga masih bolak-balik ke rumah untuk mandi, memasak, lalu kembali ke pengungsian. Itu hasil pantauan kami di lapangan, "ungkapnya.

"Kami memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah terbaik demi keselamatan, serta kenyamanan warga terdampak bencana, "tandas Rizal Marsaoly. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved