Pemprov Malut
Kolaborasi Maluku Utara dan Korea Selatan: Dorong Industri Berkelanjutan
Pertemuan tersebut membahas peluang dan langkah konkret pengembangan kerja sama di sektor-sektor prioritas daerah di antaranya pertambangan
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos melakukan pertemuan dengan Dubes Korea Selatan untuk Indonesia, Y.M. Yoon Soon-gu2. Pertemuan itu berlangsung di Kantor Kedubes Republik Korea di Jakarta pada Jumat (174/2026)3. Pertemuan tersebut membahas peluang dan langkah konkret pengembangan kerja sama di sektor-sektor prioritas daerah
Rilis
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Korea (Korea Selatan) untuk Republik Indonesia, Y.M. Yoon Soon-gu di Kantor Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta pada Jumat (174/2026).
Ada pun pertemuan ini dalam rangka memperkuat hubungan kerja sama strategis antara Provinsi Maluku Utara dan Republik Korea.
Pertemuan tersebut membahas peluang dan langkah konkret pengembangan kerja sama di sektor-sektor prioritas daerah, meliputi pertambangan, energi, perikanan serta pariwisata, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, peningkatan nilai tambah, dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pembahasan turut disinggung peran investasi perusahaan asal Republik Korea, POSCO, yang terlibat dalam pengembangan industri pengolahan nikel melalui skema kerja sama (joint venture) di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park.
Baca juga: Gubernur Malut Sherly Laos Definitifkan Julys Kroons dan Basyuni Thahir sebagai Kadis
Pemprov Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif, transparan, dan akuntabel, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk dalam aspek perizinan berusaha, perlindungan lingkungan hidup, serta pemenuhan kewajiban perusahaan terhadap masyarakat dan daerah.
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menyampaikan bahwa investasi yang masuk ke daerah diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan nilai tambah sumber daya alam, penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal serta penguatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Baca juga: Gelombang Tinggi 15–18 April 2026, Gubernur Malut Ingatkan Risiko Kecelakaan Laut
"Kami mendorong kemitraan yang sehat dan berkeadilan dengan seluruh investor, termasuk dari Republik Korea, dengan memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan daerah, "ujar Gubernur.
Lebih lanjut, pihaknya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas operasional investasi, serta mendorong penerapan praktik industri yang bertanggung jawab secara sosial dan berwawasan lingkungan.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan, sekaligus mempertegas posisi Maluku Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri strategis berbasis sumber daya alam di Indonesia. (*)
| SKM Online Dorong Layanan Publik Malut Meningkat, Capaian Tembus 127 Persen |
|
|---|
| Gelombang Tinggi 15–18 April 2026, Gubernur Malut Ingatkan Risiko Kecelakaan Laut |
|
|---|
| Pengawasan Hutan di Maluku Utara Masih Dikendalikan Pusat |
|
|---|
| 80 Persen Izin Pinjam Pakai Hutan di Malut untuk Tambang |
|
|---|
| Daftar 27 Kepala SMA-SMK se Maluku Utara yang Baru Dilantik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Kerja-sama-Maluku-Utara-dan-Korea-Selatan.jpg)