Selasa, 5 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Timur

Ambruk Apresiasi Pemkab Haltim, Minta PT JAS Tepati Komitmen Kompensasi Warga

AMBRUK menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Halmahera Timur atas perannya dalam memediasi tuntutan kompensasi warga terhadap PT JAS

Tayang:
Penulis: Amri Bessy | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Amri Bessy
MEDIASI - Hasil rapat mediasi Pemkab Halmahera Timur terkait tuntutan kompensasi warga Desa Fayaul kepada PT JAS, Senin (4/5/2026) 
Ringkasan Berita:
  1. AMBRUK menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Halmahera Timur atas perannya dalam memediasi tuntutan kompensasi warga terhadap PT JAS.
  2. Hasil mediasi menghasilkan komitmen perusahaan untuk memenuhi tuntutan masyarakat. Namun, AMBRUK meminta pemerintah tetap mengawal proses tersebut hingga terealisasi.
  3. Selain itu, mereka mendorong pengembangan Desa Fayaul sebagai ikon budidaya rumput laut berkelanjutan di Maluku Utara karena dinilai memiliki potensi strategis.

TRIBUNTERNATE.COM, MABA – Koordinator Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Bergerak (AMBRUK), Julfian Wahab, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur, Maluku Utara, khususnya Bupati dan Sekda, yang telah memfasilitasi serta memediasi proses penyelesaian tuntutan warga terhadap PT JAS terkait pembayaran kompensasi.

Menurut Julfian, langkah tersebut merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi yang konstruktif serta mendorong penyelesaian persoalan secara profesional dan berimbang.

“Langkah pemerintah daerah ini sangat kami apresiasi karena telah membuka ruang dialog yang sehat antara pembudidaya rumput laut dan pihak perusahaan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Baca juga: Pimpin Upacara Hardiknas, Bupati Haltim Dorong Penguatan SDM dan Akses Pendidikan

Ia menjelaskan, melalui proses mediasi tersebut telah tercapai kesepakatan bersama, di mana PT JAS menyatakan komitmennya untuk mengakomodasi tuntutan masyarakat, termasuk merealisasikan pembayaran kompensasi.

“Ini merupakan langkah awal yang positif dalam menjawab persoalan yang selama ini dihadapi para pembudidaya rumput laut,” katanya.

Meski demikian, AMBRUK berharap pemerintah daerah tidak berhenti pada tahap mediasi, tetapi terus mengawal proses tersebut hingga seluruh kesepakatan benar-benar direalisasikan oleh pihak perusahaan.

“Kami berharap pemerintah daerah tetap mengawal dan mengawasi agar komitmen yang telah disepakati dapat dijalankan, sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” harapnya.

Baca juga: APBD Malut 2026 Diperketat, Samsuddin A Kadir: Program Kurang Prioritas Dipangkas

Julfian juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pandangan para ahli, Desa Fayaul memiliki potensi strategis sebagai salah satu pusat budidaya rumput laut di Maluku Utara.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan sektor tersebut, termasuk menjadikan Desa Fayaul sebagai ikon budidaya rumput laut yang berkelanjutan di Halmahera Timur.

“Fayaul memiliki potensi besar. Kami berharap ke depan dapat dikembangkan secara serius dan menjadi ikon budidaya rumput laut di daerah ini,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved