Liputan UMKM
Dari Bambu Jadi Cuan: Kisah Inspiratif IRT di Halmahera Tengah Sulap Waktu Luang Jadi Penghasilan
Memanfaatkan bambu sebagai bahan utama, para perempuan hebat ini menyulap material lokal tersebut menjadi aneka kerajinan tangan bernilai jual tinggi
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Sebuah ruangan kecil di Desa Baka Jaya, Kecamatan Patani, Halmahera Tengah kini menjadi saksi bisu transformasi ekonomi warga setempat
2. Di sana, sekelompok ibu rumah tangga (IRT) berhasil mengubah waktu luang menjadi sumber penghasilan menjanjikan melalui tangan-tangan kreatif mereka
3. Memanfaatkan bambu sebagai bahan utama, para perempuan hebat ini menyulap material lokal tersebut menjadi aneka kerajinan tangan bernilai jual tinggi
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Sebuah ruangan kecil di Desa Baka Jaya, Kecamatan Patani, Halmahera Tengah, Maluku Utara kini menjadi saksi bisu transformasi ekonomi warga setempat.
Di sana, sekelompok ibu rumah tangga (IRT) berhasil mengubah waktu luang menjadi sumber penghasilan menjanjikan melalui tangan-tangan kreatif mereka.
Memanfaatkan bambu sebagai bahan utama, para perempuan hebat ini menyulap material lokal tersebut menjadi aneka kerajinan tangan bernilai jual tinggi.
Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari nyiru (tampi), tempat buah, hingga berbagai aksesori rumah tangga lainnya.
Baca juga: 5 Shio Paling Beruntung Rabu 6 Mei 2026, Hoki Naga hingga Monyet
Dulu, keseharian para ibu di Desa Baka Jaya hanya terfokus pada kegiatan berkebun.
Namun kini, mereka telah menjelma menjadi pelaku usaha ekonomi kreatif (Ekraf) yang produktif.
Waktu luang setelah pulang dari kebun tidak lagi terbuang percuma.
Dengan sentuhan kreativitas, mereka menciptakan produk yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetis.
Berkat pelatihan yang diikuti, produk mereka kini kian berkembang dengan motif dan pewarnaan yang lebih modern.
Kualitas yang meningkat membuat produk kerajinan ini mulai dilirik banyak pihak, termasuk instansi pemerintah setempat.
Desain yang menarik dengan harga terjangkau menjadi daya tarik utama bagi para pembeli.
Ketua PKK Desa Baka Jaya, Malika Kasman, menjelaskan bahwa perubahan ini membawa dampak besar bagi kesejahteraan keluarga.
"Awalnya ibu-ibu ini hanya mengandalkan hasil kebun yang masa panennya tidak menentu."
"Sekarang, waktu luang mereka digunakan untuk menganyam, "ujar Malika, Selasa (5/5/2026).
Dulu hasilnya masih sederhana, tapi setelah ada pelatihan, mereka mulai paham cara memberi motif dan warna, "sambungnya.
| Dari Titip di 10 Toko, Anisa Sukses Bangun Toko Oleh-Oleh Khas Ternate “Depot Gamalama” |
|
|---|
| Dari Payahe ke Maba Halmahera Timur, Angdit Aprian Hamid Merintis Mimpi Lewat Z,ee Coffee |
|
|---|
| MB Barbershop di Fala Kanci, Jadi Bagian Gerakan HIPMI Ternate Kurangi Pengangguran |
|
|---|
| Kisah Arifin Samat, Anaknya Jadi Pegawai Pemkab Halmahera Selatan dari Hasil Jualan Gula Aren |
|
|---|
| Pulau Hiri Ternate Angkat Warisan Rempah Lewat Minyak Cengkih, Kini Tembus Pasar Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Kerajinan-ibu-ibu-Desa-Baka-Jaya-Kecamatan-Patani-Halmahera-Tengah.jpg)