Data BPS
Gen Z dan Milenial Dominasi Penduduk Maluku Utara 2025
Penduduk Maluku Utara hasil SUPAS 2025 mencapai 1,37 juta jiwa, dengan dominasi Generasi Z dan Milenial yang mencakup lebih dari separuh populasi
Penulis: Sitti Muthmainnah | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Penduduk Maluku Utara hasil SUPAS 2025 mencapai 1,37 juta jiwa, dengan dominasi Generasi Z dan Milenial yang mencakup lebih dari separuh populasi.
- Data BPS Maluku Utara menunjukkan Generasi Z menjadi kelompok terbesar, menandakan kuatnya dominasi usia produktif di Maluku Utara.
- Dengan rasio ketergantungan yang menurun, Maluku Utara masih berada dalam fase bonus demografi yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi jika dimanfaatkan dengan baik.
TRIBUNTERNATE.COM – Jumlah penduduk Provinsi Maluku Utara hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencapai 1.375,31 ribu jiwa. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 yang tercatat sebanyak 1.038,09 ribu jiwa.
Berdasarkan rilis resmi BPS Maluku Utara yang disiarkan melalui kanal YouTube pada Selasa (5/5/2026), komposisi penduduk saat ini didominasi oleh generasi muda, khususnya Generasi Z dan Milenial.
Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan persentase 27,28 persen, diikuti Generasi Milenial sebesar 25,28 persen. Artinya, lebih dari separuh penduduk Maluku Utara saat ini berada pada usia produktif, yang mencerminkan dominasi generasi muda dalam struktur demografi daerah.
Baca juga: Angka Ketimpangan Gender Malut 2025 Naik, Ini Penyebabnya
Baca juga: Meski Terkendala Status, Pemprov Maluku Utara Siap Bangun Jalan 10 Km di Pulau Taliabu
Sementara itu, kontribusi generasi lainnya meliputi Post Generasi Z sebesar 22,20 persen, Generasi X sebesar 17,19 persen, Baby Boomer 7,50 persen, dan Pre-Boomer sebesar 0,55 persen.
Dari sisi jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki di Maluku Utara tercatat sebanyak 704,76 ribu jiwa atau 51,24 persen, sedangkan perempuan sebanyak 670,54 ribu jiwa atau 48,76 persen.
Dominasi usia produktif ini juga tercermin dari rasio ketergantungan yang terus menurun. Pada SUPAS 2025, rasio ketergantungan tercatat sebesar 46,21, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 46 penduduk usia nonproduktif.
Angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun 2010 yang mencapai 62,49. Kondisi ini menandakan bahwa Maluku Utara masih berada dalam fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif.
BPS menilai kondisi ini menjadi peluang besar bagi pembangunan daerah, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, bonus demografi juga memerlukan kebijakan yang tepat agar potensi generasi muda dapat dimanfaatkan secara optimal. (*)
| Angka Ketimpangan Gender Malut 2025 Naik, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Tingkat Hunian Hotel di Malut Februari 2026 Turun, Lama Menginap Ikut Menyusut |
|
|---|
| Inflasi Maluku Utara Maret 2026 Capai 2,56 Persen, Harga Ikan hingga Tarif Listrik Jadi Pemicu |
|
|---|
| Harga Melonjak, Inflasi Tahunan Maluku Utara Tembus 5,85 Persen per Februari 2026 |
|
|---|
| Luas Panen Menyusut, Produksi Padi Maluku Utara per 2025 Hanya 22.642 Ton GKG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/gen-z-dan-milenial-penduduka-malut-2025.jpg)