Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 Turun, Kekerasan dan Swasensor Kian Menguat
Kondisi keselamatan pers di Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan. Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mencatat penurunan skor
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan komitmennya memperbaiki regulasi, termasuk melindungi karya jurnalistik dari ancaman penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan.
“Indeks ini adalah cermin kualitas demokrasi kita,” ujar Direktur Informasi Publik Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo.
Baca juga: Malut United Harus Kunci 3 Poin Lawan Persijap dan Semen Padang Sebelum Menjamu Persija Jakarta
Konsorsium Jurnalisme Aman juga terus memperkuat perlindungan di wilayah rentan seperti Aceh, Palu, dan Sorong. Fokus mereka tidak hanya pada respons kasus kekerasan, tetapi juga membangun ekosistem yang aman, terutama bagi jurnalis perempuan yang sering berada dalam posisi paling rentan.
Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Belanda, Adriaan Palm, menutup peluncuran indeks dengan pesan bahwa keselamatan jurnalis merupakan fondasi kepercayaan antara rakyat dan negara.
“Tanpa jurnalis yang aman, tidak akan ada informasi yang dapat diandalkan,” tegasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Nasib PPPK Paruh Waktu Pemkab Taliabu Bergantung Keuangan Daerah |
|
|---|
| Tanpa Anggaran Pemeliharaan, DPRD Taliabu Perbaiki Plafon Pakai Dana Rutin |
|
|---|
| Hari Pertama Seleksi Paskibraka Taliabu Diikuti 289 Peserta, Nilai Peserta Lampaui Passing Grade |
|
|---|
| Usai Dilantik jadi Sekda Halsel, Abdillah Kamarullah Diberi Tugas Khusus dari Bassam Kasuba |
|
|---|
| Jalan Berlubang Picu Kecelakaan Tunggal di Taliabu, Pengendara Alami Luka Lecet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Jurnalis-di-Ternate-terima-pengancaman.jpg)