Jumat, 10 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Sibuk Rawat Pasien Virus Corona, Tim Medis China Terpaksa Pakai Popok Dewasa

Dampak merebaknya virus Corona, tim medis di China mengaku harus memakai popok dewasa dalam tugasnya merawat pasien virus Corona.

Editor: Sansul Sardi
EPA-EFE/STR
Tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020. 

TRIBUNTERNATE.COM - Merebaknya virus corona membuat banyak negara di dunia khawatir.

Bahkan petugas kesehatan yang bersinggungan langsung dengan pasien pun keteteran.

Merebaknya virus ini dikabarkan tim medis di China mengaku harus memakai popok dewasa dalam tugasnya merawat pasien virus Corona.

Pasalnya, mereka tidak punya waktu untuk pergi ke toilet. Mereka harus berjibaku menangani para pasien yang positif terinfeksi patogen mematikan itu, di tengah ribuan kasus yang muncul.

Berbagai video yang tidak bisa terkonfirmasi kebenarannya merebak di media sosial, menunjukkan suasana rumah sakit tempat pasien dirawat.

Dalam laporan media setempat, tim medis yang kelelahan tetap mengenakan pakaian hazmat mereka untuk merawat pasien positif virus corona.

Mereka menuturkan, pakaian itu membutuhkan waktu lama untuk bisa dilepaskan ketika mereka harus pergi ke toilet untuk buang hajat.

Seorang dokter di Rumah Sakit Union Wuhan di Weibo mengatakan, mereka memakai popok untuk orang dewasa demi mempersingkat waktu.

"Kami tahu bahwa pakaian perlindungan ini mungkin adalah hal terakhir yang kami pakai. Kami tak bisa membuang-buang waktu," ucapnya dilansir Daily Mirror, Minggu (26/1/2020).

Puluhan tewas

Presiden China Xi Jinping menyatakan, China terancam menghadapi 'suasana sedih' yang sudah merenggut kegembiraan perayaan Tahun Baru Imlek Sabtu (25/1/2020).

Sebabnya, virus dengan kode 2019-nCov (Novel Coronavirus 2019) itu sudah merenggut nyawa 81 orang, di mana sebagian besar korban terpusat di Provinsi Hubei.

Dengan lebih dari 2.700 yang sudah dilaporkan, Hong Kong kemudian mengumumkan keadaan darurat, membatalkan perayaan dan memperketat kunjungan ke daratan utama.

Hingga saat ini, terdapat 13 negara termasuk Negeri "Panda" yang mengumumkan kasus positif.

Di antaranya adalah AS, Australia, Kanada, hingga Vietnam.

Kareena Kapoor Semprot Putri Iis Dahlia yang Rasis Bandingkan Artis India dan Korea: Jaga Ucapanmu!

Video Pria Santuy Mandikan Bayi di Bagasi Jok Motor NMAX Viral di Media Sosial, Ini Penjelasannya

AS melalui Kementerian Luar Negeri menuturkan berencana mengevakuasi warganya menggunakan pesawat carteran keluar dari Wuhan, kota yang menjadi asal penyebaran virus corona.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved