Breaking News:

Virus Corona

Dijual Seharga Rp 3,5 Juta, Jepang Rilis Alat Uji Corona yang Hasil Tes Keluar dalam 15 Menit

Perusahaan swasta Jepang yang menjual peralatan pengetesan yang dijanjikan dapat memberikan hasilnya dalam waktu 15 menit.

Editor: Sri Handayani1
https://www.medscape.com/
Coronavirus 

TRIBUNTERNATE.COM -- Berbagai negara terus meningkatkan peralatan untuk menguji keberadaan virus corona baru.

Tak terkecuali Negara Jepang yang secara dramatis meningkatkan produksi peralatan itu.

Hal ini termasuk perusahaan swasta Jepang yang menjual peralatan pengetesan yang dijanjikan dapat memberikan hasilnya dalam waktu 15 menit.

Melansir South China Morning Post, negara ini sekarang memiliki kemampuan untuk melakukan skrining sebanyak 7.000 orang per hari.

Akan tetapi, menurut Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan, berpegang pada kebijakan hanya menguji individu yang teridentifikasi sangat berisiko.

Selama periode 18 Februari dan 14 Maret, sudah 29.122 tes dilakukan di seluruh Jepang.

Diperpanjang, Pemerintah Tetapkan Masa Darurat Bencana Corona hingga 29 Mei 2020

Ingat, Bukan Corona! Ini 10 Virus yang Paling Mematikan di Dunia

Menurut seorang juru bicara kementerian, jumlah tes yang dilakukan bervariasi antara 100 dan 800 per hari, sesuai dengan kebutuhan pemerintah setempat yang dihadapkan dengan kelompok kasus yang muncul secara tiba-tiba di bagian-bagian tertentu negara itu.

Cluster baru telah muncul di Hokkaido, terkait dengan turis Tiongkok yang pergi ke Festival Salju Sapporo; di pusat kebugaran di prefektur Jepang tengah Aichi; di sejumlah klub malam di distrik hiburan Osaka; dan di fasilitas penitipan anak untuk orang tua di kota Nagoya, yang sejauh ini telah mengakibatkan 12 kematian.

"Kami memiliki kapasitas yang jauh lebih besar sekarang dan kemampuan untuk melakukan 6.000 atau 7.000 tes setiap hari,” kata Takuma Kato, wakil direktur Divisi Pengendalian Penyakit Infeksi kementerian kepada South China Morning Post.

Benarkah Uang Kertas Bisa Jadi Media Penularan Virus Corona? Begini Penjelasan Ahli

Satu Pegawai BNI Positif Terjangkit Virus Corona, Tak Berhubungan Langsung dengan Nasabah

Dia menambahkan, “Kami percaya bahwa kami perlu memprioritaskan pengujian orang yang membutuhkannya. Kami tidak menguji orang yang hanya mengatakan mereka ingin diuji; kami sedang memeriksa orang-orang yang telah diperiksa oleh dokter yang kemudian merekomendasikan mereka menjalani tes.”

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved